Ekuinoks September 2026 Terjadi Hari Ini, Benarkah Bikin Indonesia Makin Panas?

Fenomena ekuinoks kembali terjadi pada Rabu (23/9/2026). Peristiwa astronomi tersebut berlangsung ketika posisi semu Matahari melintasi garis khatulistiwa dalam pergerakannya dari belahan Bumi utara menuju belahan Bumi selata
Ekuinoks September 2026 diperkirakan berlangsung sekitar pukul 07.05–07.08 WIB. Fenomena ini merupakan peristiwa yang terjadi secara berkala dan umumnya berlangsung dua kali dalam setahun, yakni sekitar Maret dan September.
Ketika ekuinoks terjadi, Matahari berada di sekitar bidang ekuator Bumi. Kondisi tersebut membuat wilayah di sekitar garis khatulistiwa mendapatkan paparan sinar Matahari secara relatif langsung.
Fenomena ini kemudian kerap dikaitkan dengan anggapan bahwa Indonesia akan mengalami cuaca yang lebih panas. Namun, ekuinoks tidak dapat dijadikan satu-satunya penyebab meningkatnya suhu udara di suatu wilayah.
Suhu dan kondisi panas di permukaan Bumi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi atmosfer, tutupan awan, kelembapan, angin, hingga pola cuaca yang sedang berlangsung.
Karena itu, masyarakat tetap disarankan memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan perkembangan kondisi atmosfer yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
El Nino Sangat Kuat Pengaruhi Musim Hujan
Di sisi lain, kondisi atmosfer Indonesia saat ini juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat.
BMKG pada 22 September 2026 menyebut kombinasi El Nino sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) berpotensi membuat kedatangan musim hujan 2026/2027 mengalami keterlambatan di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di 529 Zona Musim atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis.
Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh El Nino sangat kuat yang dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




