IWAN NURWANTO, Bantul
Kawasan Hutan Pinus Mangunan di Kapanewon Dlingo sampai saat ini masih populer sebagai destinasi wisata favorit di Bantul. Setiap musim liburan, ratusan ribu orang datang ke sana untuk menikmati keindahan alam dan sejuknya hutan pinus yang masih asri.
Bisa terkenalnya destinasi wisata itu tentu tidak lepas dari tangan dingin Purwo Harsono. Pria yang akrab disapa Ipung ini merupakan perintis kawasan wisata hutan pinus Mangunan. Berkat dia pula pula wilayah Bantul lantai dua ini menjadi hidup dan masyarakatnya makin sejahtera.
Tahun 2015 merupakan awal mula Ipung mengembangkan kawasan wisata hutan pinus. Pada saat itu, ia bersama warga setempat melihat potensi hutan pinus yang kerap dikunjungi sebagian orang untuk refreshing dan mencari tempat teduh. Sehingga timbullah keinginan masyarakat untuk bisa mengelola kawasan itu sebagai tempat wisata.
"Saat itu saya yang diminta mewakili KPH (Kesatuan Pengelola Hutan) agar bisa menyampaikan keinginan pengembangan wisata kepada para pemangku kepentingan," ujar Ipung saat ditemui Radar Jogja kemarin(13/6).
Tak lama kemudian, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X datang ke Mangunan. Oleh Ipung, keinginan masyarakat untuk membuat destinasi wisata di kawasan hutan pinus pun disampaikan. Bak gayung bersambut, orang nomor satu di DIJ ini pun mendukung pengembangan kawasan hutan pinus Mangunan.
Dalam proses pengembangan konsep kawasan wisata, Ipung mengaku kerap dihubungi kalangan pejabat Pemprov DIJ agar bisa merealisasikan kawasan hutan pinus sebagai destinasi wisata. Sebagai permulaan, terbentuklah Desa Wisata Kaki Langit. Pengembangan desa wisata itu terbilang sukses, karena di tahun 2021 sempat menerima Anugerah Desa Wisata Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Seiring berkembangnya Desa Wisata Kaki Langit, di wilayah Mangunan juga mulai muncul objek-objek wisata baru. Seperti Hutan Pinus, Pinus Sari, Pinus Pengger, Seribu Batu, Puncak Becici, Lintang Sewu, serta Nata Damar. Di kawasan itu kini juga berkembang wahana seperti jip-jip wisata dan penginapan.
"Kawasan wisata hutan pinus terus bergerak dan berkembang sampai sekarang," terang Ipung.
Walaupun sektor pariwisata terus berkembang, bukan berarti melupakan upaya pelestarian hutan. Ipung memiliki komitmen bahwa upaya pengembangan harus memperhatikan ekologi atau kesinambungan antarmakhluk hidup. Sehingga tidak ada satu pun pohon yang ditebang meksipun bangunan wisata terus bertambah.
Melalui Koperasi Notowono, Ipung juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan. Karena kiprahnya pula ia pernah diganjar penghargaan Kalpataru 2021 dalam kategori perintis lingkungan.
Walaupun demikian, ia mengatakan kepeduliannya terhadap kawasan hutan di wisata Mangunan bukan berorientasi terhadap penghargaan saja. Karena menurutnya, menjaga kelestarian hutan memang sudah menjadi tanggung jawab manusia. "Ini bentuk tanggung jawab jika kita sudah memahami fungsi dan manfaat hutan," tandasnya. (laz)