Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mentan SYL: Petani Milenial Pasukan Khusus Atasi Ancaman Pangan Global

Editor Content • Minggu, 9 Oktober 2022 | 01:31 WIB
KEBIJAKAN STRATEGIS: Mentan Syahrul Yasin Limpo saat membuka acara Sarasehan Petani Milenial Kedua 2022 di Claro Hotel, Makassar, Jumat (7/10/2022). (ISTIMEWA)
KEBIJAKAN STRATEGIS: Mentan Syahrul Yasin Limpo saat membuka acara Sarasehan Petani Milenial Kedua 2022 di Claro Hotel, Makassar, Jumat (7/10/2022). (ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern. Itulah arah kebijakan pembangunan pertanian yang ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini.

Hal itu menjadi pedoman Kementan untuk bertindak cerdas, tepat, dan cepat bagi jajaran Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia, dalam rangka meningkatkan kinerja yang lebih baik selama 2022.

Berbagai penghargaan dan apresiasi pun diberikan kepada Pemerintah Indonesia atas keberhasilan Kementan lepas dari cengkeraman Covid-19 serta ancaman kelangkaan pangan.

Baru-baru ini Indonesia mendapatkan penghargaan Certificate of Acknowledgement dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) atas keberhasilan dalam mencapai swasembada beras.

Di hadapan lebih dari 800 petani milenial wilayah timur Indonesia, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyatakan bahwa seluruh prestasi yang diraih tidak lepas dari upaya dan kerja keras semua pihak. Terutama para petani. Serta seluruh stakeholder terkait, yang terus berupaya meningkatkan produksi beras. Sehingga selama tiga tahun terakhir sejak 2019 Indonesia tidak perlu mengimpor beras. “Saudara-saudara sekalian, ancaman krisis pangan nyata. Kita harus segera bertindak," pintanya saat pembukaan acara Sarasehan Petani Milenial kedua 2022 di Makassar, Jumat (7/10/2022).

SYL menegaskan, petani milenial harus mampu menjadi pelopor pembangunan pertanian perdesaan. Khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing produk pertanian, menciptakan lapangan kerja perdesaan, serta meningkatkan kesejahteraan petani perdesaan. "Kalian adalah pasukan khusus dalam mengatasi krisis pangan global," tandas SYL yang juga pernah menjabat gubernur Sulawesi Selatan.

Mentan SYL pun menyempatkan diri untuk berdiskusi langsung dengan para petani milenial yang hadir pada acara sarasehan di Claro Hotel Makassar. Demikian pula dengan petani milenial yang tergabung secara online.

Ais dan Ika, misalnya. Petani sekaligus pengusaha cabai Katokkon asal Toraja itu mampu omzet lebih dari Rp 1,3 miliar per sekali panen.
Selanjutnya Ade Wardana dari Minaku. Dari sektor pertanian, pemuda yang telah menjadi offtaker bagi petani milenial lainnya itu mampu meraih omzet Rp 2,3 triliun.

SYL berharap, forum diskusi program petani milenial harus mampu menghasilkan strategi penumbuhan usaha, jejaring pasar, pertukaran teknologi dan inovasi, serta mitigasi perubahan iklim global. "Kalian harus siap mengatasi ketakutan dan berani akses pemodalan dengan bertanggung jawab" tuturnya.

Mentan SYL juga mendorong para petani milenial untuk membangun kelompok, meningkatkan jejaring, serta fokus pada usaha. "Ubah orientasi usahamu dengan orientasi bisnis," pesannya.

Sarasehan Petani Milenial kedua 2022 dilaksanakan selama tiga hari pada 6-8 Oktober. Hadir pada acara tersebut petani milenial dari wilayah Bali, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Photo
Photo
MANDIRI PANGAN: Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bersama perwakilan petani milenial asal wilayah timur Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembagnan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa Kementan tidak pernah berdiam diri dalam upaya meningkatkan regenerasi petani di Indonesia.
Kementan telah bekerja sama dengan perbankan untuk membuka akses pembiayaan guna mendorong peningkatan kapasitas usaha pertanian. Yakni melalui program Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakyat (TANI AKUR) dengan bunga yang terjangkau. “Pagi ini Kementan melalui BPPSDMP telah melaksanakan penandatangan kerja sama dengan lembaga pembiayaan usaha tani petani milenial. Antara lain, BCA, Bukopin, Sinarmas, BPD Kalimantan Barat, BPD Papua, PT PNM, PT Era Tani, Kospin Jasa, dan BPD Jawa Tengah," ungkapnya.

Menurut Dedi, pada kegiatan itu juga akan dilaksanakan program business matching antara petani milenial dengan dunia usaha/industri yang berbasis cluster komoditas prioritas nasional.
Business matching adalah upaya membangun kepastian pasar, bahan baku agro industri, peningkatan ekspor komoditas, memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani yang berkelanjutan" jelas Dedi.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Duta Petani Millenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA) Kementan RI Sandi Octa Susila menyatakan bahwa sektor pertanian merupakan bisnis yang sangat menjanjikan bagi generasi milenial. Petani milenial asal Cianjur, Jawa Barat, itu menjadi satu di antara banyak bukti.

Sandi mengaku tak salah pilih sektor pertanian sebagai profesi. “Ketertarikan saya pada pertanian tumbuh setelah menemukan permasalahan petani bukan hanya produksi, tetapi juga pemasaran," klaimnya.

Dari situ, Sandi lantas mencoba mengembangkan pertanian dalam skala modern market. Bukan lagi traditional market. "Alhamdulillah lebih dari 350 petani millenial binaan telah bergabung dalam usaha yang kami kembangkan,” ujar Sandi.(*/yog) sumber: polbangtan yoma Editor : Editor Content
#kementan #Pertanian #Mentan SYL #BPPSDMP #Petani Milenial