Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jawab Keluhan Menparekraf, Diskominfo DIJ Tata Ulang WiFi

Editor News • Senin, 11 Oktober 2021 | 19:14 WIB
KARAM: Proses penyelamatan nelayan dan perahunya (kanan). Beruntung kedua nelayan Pantai Bugel selamat dan perahu bisa didaratkan ke pantai setempat, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
KARAM: Proses penyelamatan nelayan dan perahunya (kanan). Beruntung kedua nelayan Pantai Bugel selamat dan perahu bisa didaratkan ke pantai setempat, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kepala Diskominfo DIJ Rony Primanto Hari memastikan pihaknya terus berupaya menguatkan koneksi internet. Terutama di lokasi wisata yang mengalami blank spot. Dengan penguatan bandwidth maupun titik sinyal seluler.

Sebelumnya Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno sempat mengeluhkan leletnya koneksi internet di Hutan Pinus, Dlingo Bantul. Gawai miliknya panas karena mencari sinyal. Dia memerintahkan Pemerintah Daerah menguatkan sinyal seluler di destinasi wisata.

"Sebenarnya di beberapa objek wisata ada WiFi tapi karena destinasi wisata itu tempatnya luas sehingga belum semua terjangkau. WiFi awalnya ditempat yang dulu untuk selfie, sekarang WiFi untuk pintu masuk. Ini kami tata ulang penempatan WiFi," jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (11/10).

Roni juga tengah berkomunikasi dengan perusahaan penyedia jasa Internet maupun provider. Kaitannya agar mengembangkan jaringan internet. Terutama di tempat wisata yang masih blank spot.

Diskominfo DIJ sudah memantau area-area blank spot internet. Mayoritas berada di destinasi wisata hutan dan pantai. Terutama yang lokasinya jauh dari pemukiman dan jarang penduduk.

"Blank spot kerapnya di lokasi yang penduduknya jarang atau jauh dari pemukiman. Wilayah pantai sudah ada tapi fokusnya di pintu masuk yang banyak orang sehingga butuh peningkatan bandwith untuk akses internet," katanya.

Terkait pengembangan jaringan, Roni memastikan Pemprov DIJ absen tahun ini. Fokus pengerjaan hanya pada pemeliharaan dan evaluasi jaringan 2020. Pada tahun tersebut telah terkoneksikan jaringan fiber optik sepanjang 450 kilometer.

Pada 2020, pembangunan jaringan fiber optik terfokus pada menghubungkan SMA, SMK dan kantor Pemprov DIJ. Untuk 2022 berupa perencanaan pembangunan di wilayah komersial. Termasuk wilayah yang belum terjangkau jaringan internet.

"Untuk 2022 ditambah di wilayah yang membutuhkan jaringan internet. Biasanya di wilayah komersial atau wilayah tidak menguntungkan bagi penyedia jasa internet," ujarnya.

Pengerjaan juga masih menyasar sarana pendidikan. Secara khusus untuk jenjang pendidikan tingkat SMA maupun SMK. Pengerjaan sesuai APBD pada 2022.

"Total jaringan untuk tahun depan tinggal sisa dari 25 SMA maupun SMK. Semua akan koneksikan dengan jaringan fiber optik," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#wisata jogjakarta #jaringan internet #blank spot Internet #QR code Peduli Lindungi.