Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Arab Saudi Kutuk Keras Serangan Udara Israel ke Infrastruktur Militer Suriah Selatan

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 22 Maret 2026 | 10:30 WIB

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras agresi Israel terhadap infrastruktur militer di wilayah selatan Suriah.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras agresi Israel terhadap infrastruktur militer di wilayah selatan Suriah.

RIYADH, 22 Maret 2026 – Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras agresi Israel terhadap infrastruktur militer di wilayah selatan Suriah. Serangan udara tersebut dianggap sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara Suriah.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui akun resmi @KSAmofaEN pada Sabtu (21/3/2026), Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi menyatakan kecaman paling keras atas “agresi Israel yang mencolok” yang menargetkan instalasi militer di selatan Suriah. Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional serta merusak kedaulatan Republik Arab Suriah.

Serangan Israel ini terjadi sebagai respons terhadap insiden kekerasan di provinsi Suwayda, wilayah mayoritas penduduk Druze di selatan Suriah. Menurut pernyataan militer Israel (IDF), serangan udara menyasar pusat komando dan gudang senjata di kamp-kamp militer Suriah setelah adanya laporan serangan terhadap warga sipil Druze di wilayah tersebut pada Kamis (19/3/2026). Israel menyatakan tidak akan mentolerir ancaman terhadap komunitas Druze dan akan terus memantau serta bertindak untuk melindungi mereka.

Pernyataan Arab Saudi ini muncul di tengah eskalasi ketegangan regional yang semakin memanas, termasuk konflik berkepanjangan di Suriah pasca-perang sipil serta ketegangan Israel dengan berbagai pihak di Timur Tengah. Beberapa negara Arab dan organisasi internasional juga menyuarakan kecaman serupa terhadap aksi militer Israel di Suriah.

Namun, pernyataan kecaman dari Riyadh ini langsung menuai respons beragam di media sosial X (Twitter). Banyak pengguna menyoroti apa yang mereka sebut sebagai “standar ganda” (double standard) dari Arab Saudi. Sejumlah netizen mempertanyakan mengapa kerajaan tersebut vokal mengutuk Israel atas serangan ke Suriah, tetapi relatif diam atau tidak sekeras itu ketika terjadi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas di Iran, termasuk insiden di South Pars Gas Field.

Beberapa komentar tajam yang beredar luas di X antara lain:

“Mengapa tidak ada kecaman serupa saat Israel dan AS menyerang Iran?”

“Kecaman hanya untuk Suriah, tapi diam saat pangkalan digunakan untuk serang Iran?”

“Hipokrit level dewa. Israel menyerang tetangga Muslim, tapi tetap saja ‘hurty words’ saja.”

Meski demikian, ada pula suara yang mengapresiasi langkah Arab Saudi kali ini sebagai sikap yang lebih tegas dalam membela isu kedaulatan negara Arab dan Islam.

Konflik di Suwayda sendiri telah berlangsung sejak pertengahan 2025, dengan bentrokan antara kelompok bersenjata lokal, milisi Druze, dan pasukan pemerintah Suriah. Kekerasan ini memicu intervensi Israel dengan dalih melindungi minoritas Druze yang juga memiliki komunitas signifikan di wilayah Israel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi lanjutan dari pemerintah Suriah atau Israel terkait kecaman Arab Saudi tersebut. Situasi di selatan Suriah masih dipantau ketat karena berpotensi memicu eskalasi lebih luas di kawasan.

Pemerintah Indonesia dan masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan situasi Timur Tengah yang semakin kompleks ini demi menjaga stabilitas regional dan perdamaian dunia. (iwa) 

Sumber: Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Al Jazeera, Reuters, BBC, dan berbagai postingan resmi di X.

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Israel #konflik #riyadh #Arab Saudi #suriah