Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bacaan Takbiran Idul Fitri Lengkap Arab, Latin dan Terjemahan

Satria Putra Sejati • Jumat, 20 Maret 2026 | 11:28 WIB

AGENDA RUTIN: Masyarakat mengikuti takbir keliling yang diadakan Muhammadiyah Kulon Progo menjelang Idul Fitri.
AGENDA RUTIN: Masyarakat mengikuti takbir keliling yang diadakan Muhammadiyah Kulon Progo menjelang Idul Fitri.

RADAR JOGJA - Kementerian Agama Republik Indonesia telah memutuskan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu 20 Maret 2026, meskipun di Tanah Air ada perbedaan Hari Raya Idul Fitri.

Hari Raya Idul Fitri sendiri tidak lepas dari suara takbir atau lebih dikenal sebagai takbiran.

Gema takbir biasa dikumandangkan di masjid, mushola maupun langgar dengan bersaut-sautan. Bahkan ada masyarakat yang merayakan dengan takbir keliling.

Tradisi takbiran ini bukan sekadar ekspresi kegembiraan, tetapi juga merupakan bentuk dzikir kepada Allah SWT.

Dengan bertakbir, seorang Muslim mengagungkan kebesaran-Nya sekaligus mensyukuri nikmat yang telah diberikan, khususnya nikmat menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan.

Berikut bacaan takbir yang umum dilantunkan, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illā Allāh, wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”

Setelah membaca takbir tersebut sebanyak tiga kali kemudian dilanjutkan dengan membaca lafaz berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Baca Juga: Emiliano Martinez Tampil Gemilang Saat Aston Villa Singkirkan Lille di Europa League, Calvin Verdonk Diparkir

Allāhu akbar kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā, lā ilāha illā Allāh wa lā na’budu illā iyyāhu, mukhliṣīna lahud-dīna walau karihal-kāfirūn, lā ilāha illā Allāhu waḥdah, ṣadaqa wa’dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah, lā ilāha illā Allāh wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya pujian. Maha suci Allah di waktu pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama, meskipun orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, menghancurkan pasukan musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”

Lazimnya, pembacaan takbir di masjid dipimpin oleh petugas khusus yang melantunkannya kemudian diikuti oleh para jamaah secara serentak dengan bacaan yang ringkas, yaitu:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illā Allāh, wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”

Editor : Satria Putra Sejati
#takbiran #takbir #Kementerian Agama Republik Indonesia #Hari Raya Idul Fitri #1 syawal 1447 hijriah