RADAR JOGJA - Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tidak dilakukan secara serentak di Indonesia. Ada yang merayakan pada Jumat 20 Maret, ada juga yang merayakan Sabtu 21 Maret 2026.
Hari Raya yang dirayakan pada hari Jumat sendiri merupakan momen langka.
Hal tersebut mempertemukan dua ibadah besar, terutama bagi laki-laki, yakni Salat Id dan Salat Jumat.
Tentu saja akan menimbulkan pertanyaan, apakah kita harus melakukan keduanya? atau bisa Salat Id saja.
Beberapa hadits yang menunjukkan keistimewaan hari Jumat jika bertemu dengan Hari Raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha yakni bisa mencukupkan Salat Id dan tidak melaksanakan Salat Jumat dengan menggantinya dengan Salat Dhuhur.
Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Ramlah Asy-Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Muawiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqam,
“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua Id (hari Idulfitri atau Iduladha bertemu dengan hari Jumat) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Muawiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat Id dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jumat”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jumat, maka silakan.” (terjemahan dari HR. Abu Daud, no. 1070; An-Nasai, no. 1592; Ibnu Majah, no. 1310. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Dari seorang tabiin bernama ‘Atha’ bin Abi Rabbah rahimahullah, ia berkata,
“Ibnu Az-Zubair ketika hari Id jatuh pada hari Jumat pernah shalat Id bersama kami pada pagi hari. Kami keluar untuk shalat Jumat, kemudian ketika itu, Ibnu Az-Zubair tidak keluar, beliau hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu ‘Abbas berada di Thaif. Ketika Ibnu ‘Abbas tiba, kami pun menceritakan perbuatan Ibnu Az Zubair pada Ibnu ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas pun mengatakan, “Ia adalah orang yang menjalankan ajaran Nabi (ashobas sunnah).” (terjemahan dari HR. Abu Daud, no. 1071. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).
Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam dua Id (shalat Idulfitri dan Iduladha) dan dalam shalat Jumat “SABBIHISMA ROBBIKAL A’LA” (surah Al-A’laa) dan “HAL ATAKA HADITSUL GHOSIYAH” (surah Al-Ghasyiyah).” An-Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari Id bertepatan dengan hari Jumat, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat. (terjemahan dari HR. Muslim, no. 878)
Editor : Satria Putra Sejati