Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angkatan Bersenjata Iran Balas Trump dengan Sindiran Tajam: Operasi "Epic Fury" Disebut "Epic Fear" Alias Ketakutan Epik

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 17 Maret 2026 | 05:08 WIB

Juru bicara militer Iran mengejek nama operasi militer gabungan AS-Israel yang disebut Operation Epic Fury, dengan menyebutnya lebih tepat dinamai "Epic Fear" alias "Ketakutan Epik".
Juru bicara militer Iran mengejek nama operasi militer gabungan AS-Israel yang disebut Operation Epic Fury, dengan menyebutnya lebih tepat dinamai "Epic Fear" alias "Ketakutan Epik".

TEHERAN, 17 Maret 2026 - Markas Besar Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran mengeluarkan pesan langsung dalam bahasa Inggris yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Melalui pernyataan resmi, juru bicara militer Iran mengejek nama operasi militer gabungan AS-Israel yang disebut Operation Epic Fury, dengan menyebutnya lebih tepat dinamai "Epic Fear" alias "Ketakutan Epik".

Dalam video yang viral di platform X (sebelumnya Twitter), pernyataan tersebut menyatakan:

“Hasil perang tidak bisa ditentukan oleh cuitan di Twitter, hasil perang ditentukan di medan tempur. Tepatnya di tempat yang Anda dan pasukan Anda tidak berani mendekat.”

Pernyataan ini merujuk pada sikap AS yang hingga saat ini masih menghindari invasi darat langsung ke wilayah Iran, meski operasi udara dan rudal terus berlangsung sejak awal Maret 2026.

Latar Belakang Operation Epic Fury

Operasi Epic Fury diluncurkan Presiden Trump pada 1 Maret 2026 sebagai kampanye militer bersama Israel untuk menghancurkan kemampuan rudal balistik, fasilitas nuklir, angkatan laut, serta jaringan proksi teroris Iran.

Tujuan utama yang diumumkan Gedung Putih adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan mengakhiri ancaman terorisme negara tersebut.

Namun di sisi Iran, pernyataan ini menjadi bagian dari propaganda perlawanan.

Mereka menekankan bahwa meskipun serangan udara masif telah terjadi, pasukan darat AS dan sekutunya belum berani memasuki medan pertempuran langsung di daratan Iran.

Reaksi di Media Sosial dan Dunia

Utas dari akun @iwasnevrhere_ yang membagikan video tersebut langsung ramai dibahas. Ribuan netizen menyebut pesan Iran sebagai "savage" dan "berani", sementara sebagian pendukung Trump menilai pernyataan tersebut hanya gertak sambal karena kondisi militer Iran dilaporkan semakin melemah setelah 2 minggu operasi.

Konflik ini juga memicu dampak ekonomi global, termasuk penutupan sementara Selat Hormuz yang menyebabkan antrean panjang di SPBU di berbagai negara, serta lonjakan harga minyak dunia.Hingga berita ini diturunkan (17 Maret 2026), belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih terkait sindiran "Epic Fear" tersebut. Namun, Presiden Trump sebelumnya menyatakan bahwa Iran "sudah dinetralkan" dan operasi berjalan "luar biasa".

Konflik AS-Iran-Israel masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Masyarakat dunia menanti apakah eskalasi ini akan berujung pada invasi darat atau justru negosiasi darurat di tengah tekanan ekonomi global. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#konflik iran #perang Iran AS Israel #perang iran #selat hormuz