Pada saat launching, selain memotong tumpeng, Sony juga memasang logo X9 Pro Audio pada speaker dan penyerahan secara simbolik seperangkat sound system pada perwakilan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja yang membeli sound system X9 Pro Audio untuk aktivitas kampus.Sony memaparkan, memang ia nekat dengan menabrak teori yang dimaksud. Tetapi, ia mampu membuktikan suara yang keluar dari sound system karyanya tidak kalah dengan produk luar. Biasanya, sound system mengalami feedback saat mic dan speaker berdekatan. Oleh Sony, ia membuktikan suara yang dihasilkan X9 Pro Audio benar-benar bersih. "Bukan anti feedback tapi minim feedback," ungkapnya.Pada kesempatan tersebut, Sony membuktikan sendiri dengan berbicara menggunakan mic yang didekatkan dengan speaker X9 Pro Audio hanya setengah meter. Hasilnya, suara yang dihasilkan tetap bersih tanpa feedback.
"Saya tidak perlu mengecilkan volume amplifier," tegas Sony disambut tepuk tangan tamu undangan.Selain itu, lanjut Sony, ada speaker yang dibuat secara khusus tahan air. Saat dimasukkan ke dalam kolam, speaker tetap bisa bunyi. "Ingat, tentunya orang membeli sound system bukan untuk dimasukkan ke dalam air. Ini untuk dipakai di luar ruangan dan dalam keadaan terpaksa kehujanan," imbuhnya.Ditambahkan Sony, speaker X9 Pro Audio merupakan peralatan sound system yang tak merepotkan pemain band. Saat tanpa amplifier, instrumen tetap bisa menghasilkan suara yang bagus. Peralatan ini juga bisa dipakai pada acara di indoor maupun outdoor. Pemilik tidak perlu repot soal angkutan maupun penataan. Karena X9 Pro Audio dirancang lebih ringkas dan ringan, sehingga menekan biaya transportasi.
"Produk X9 Pro Audio bukan hanya bisa dipakai untuk konser music saja. Ini bisa digunakan untuk sound system di masjid, gereja, maupun kantor," kata pria asal Tulungagung Jawa Timur ini.Saat ini, Sony masih mengurus soal hak patent X9 Pro Audio. Ia berharap karyanya tersebut mendapat perlindungan hak patent. Ia khawatir, produk karya asli anak negeri ini justru diproduksi di luar negeri.Sejauh ini, X9 Pro Audio telah dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia. Produk yang dibuat di Bali, tetapi semua kota di Indonesia sudah ada."Kebanyakan dibeli rental sound system. Tetapi dari kalangan end user, mulai dari masjid, gereja, dunia pendidikan, perkantoran, hingga player organ tunggal juga banyak yang pesan. Yang pasti, harganya terjangkau," kata bapak dua anak ini.
Dalam setahun ini, Sony telah menghasilkan sekitar 200 unit produk X9 Pro Audio. Hadirnya showroom ini, diharapkan market semakin tergarap serius dan masyarakat lebih memahami kelebihan dari produk ini. "Target kami, dalam dua-tiga bulan ke depan, mampu menghasilkan sekitar 100 unit," katanya.(hes) Editor : Editor News