Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Kunjung Ada Perhatian Pemkot Jogja,  Pedagang Pasar Sentul Mulai Putus Asa

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 26 November 2025 | 02:42 WIB

 

 

 

WAS-WAS: Sebagian pedagang tetap beraktivitas meskipun sepi pembeli, di zona pusat jajanan serba ada (pujasera) Pasar Sentul, Kota Jogja, Selasa (25/11/2025).
WAS-WAS: Sebagian pedagang tetap beraktivitas meskipun sepi pembeli, di zona pusat jajanan serba ada (pujasera) Pasar Sentul, Kota Jogja, Selasa (25/11/2025).

JOGJA - Sejumlah pedagang pusat jajanan serba ada (pujasera) di Pasar Sentul, Jogja mulai waswas terhadap nasibnya. Lantaran meski sudah mengadu hingga tingkat kepala daerah, sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah.

Hal itu diungkapkan Anik. Pedagang yang sehari-hari menjaga gerai Syomai Bandung Pak Tugiyat ini mengaku belum ada tindak lanjut dari pemerintah kota (pemkot). Padahal, sebelumnya pedagang sudah mengadu kepada wali kota dan dinas perihal sepinya lapak pujasera.

Anik menilai, keluhan dari para pedagang di lantai Pasar Sentul itu belum digubris. Lantaran dinas hanya sekadar melakukan kunjungan dan berdiskusi. Sementara untuk program atau langkah konkret meramaikan pasar di Kemantren Pakualaman itu belum ada.

“Beberapa waktu lalu sudah ada dinas yang datang, Pak Wali Kota juga sudah ke sini. Namun kenyataannya masih sepi-sepi saja,” ujar Anik saat ditemui Radar Jogja Selasa (25/11).

Wanita paruh baya itu bahkan membeberkan, sejumlah pedagang juga sudah mulai putus asa. Sebab sebagian lapak sudah mulai ditinggalkan pedagang imbas tidak pernah adanya pembeli dari pagi hingga malam hari.

Anik mengungkap, mayoritas pedagang pujasera Pasar Sentul memang sering tidak membuka lapaknya. Sebab aktivitas jual beli jarang sekali terjadi.

Kalau pun ada, hanya pelanggan tetap dari Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman. Yakni lokasi pedagang pujasera Pasar Sentul sebelum direlokasi pada tahun 2024 lalu.

Pantauan Radar Jogja di lantai tiga Pasar Sentul Selasa (25/11) memang sangat sepi. Dari puluhan kios hanya satu gerai yang buka, yakni Syomai Bandung Pak Tugiyat yang dijaga oleh Anik. "Saya buka sampai jam lima. Kalau yang lain sejak siang sudah tutup,” sebut Anik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Gunawan Nugroho Utomo mengklaim sudah memiliki program meramaikan Pasar Sentul. Yakni dengan mengadopsi Loakarta yang sudah diselenggarakan di Pasar Klithikan Pakuncen. Serta program Fight Club di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY).

Bukan tanpa alasan, lantai tiga Pasar Sentul dinilai cukup potensial untuk menyelenggarakan event serupa karena memiliki lahan yang cukup luas. Dia pun berharap ada kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah lain agar lantai tiga Pasar Sentul semakin ramai.

"Kami sedang fokus ke revitalisasi sosial. Seperti membangun komitmen, bikin event, mengajak teman-teman muda dan stakeholder untuk bikin sesuatu di Pasar Sentul,” ungkap Gunawan. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#komitmen #pasar satwa #Pasar Klithikan Pakuncen #Disdag #pura pakualaman #Pasar Sentul #revitalisasi #pedagang #Stakeholder #Lapak #wali kota #pujasera