Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penanganan Kebakaran Gedung Tinggi Terbatas, DPRD Kota Jogja Sebut Ini Penyebabnya

Iwan Nurwanto • Minggu, 26 Januari 2025 | 22:37 WIB
Ilustrasi kebakaran.
Ilustrasi kebakaran.

JOGJA - Komisi C DPRD Kota Jogja menyoroti masih terbatasnya kemampuan penanganan kebakaran di gedung-gedung tinggi. Sebab mobil tangga hidrolik yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja masih dalam kondisi rusak.

Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengatakan, kondisi di Kota Jogja saat ini sudah banyak memiliki gedung-gedung tinggi. Bahkan dari pengawasan pihaknya ada gedung yang memiliki ketinggian hingga 30 meter. Namun kemampuan penanganan kebakaran Pemkot Jogja hanya 20 meter.

Seno menilai, upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran di gedung tinggi di Kota Jogja harus menjadi perhatian. Itu juga berkaca dari adanya kasus kebakaran di Glodok Plaza Jakarta yang menelan cukup banyak korban jiwa. Legislatif tidak ingin peristiwa tersebut terjadi di Kota Jogja.

Oleh karena itu, Seno mendorong agar pemkot yang dalam hal ini Dinas Damkarmat Kota Jogja melakukan inspeksi terhadap instrumen keselamatan maupun pencegahan kejadian kebakaran. Khususnya di gedung tinggi atau bangunan dengan banyak lantai. Sehingga kejadian yang tidak diinginkan pun dapat diantisipasi.

“Selama tidak memiliki perlengkapan kebakaran yang memadai tidak akan aman, maka dari itu keselamatan menurut harus menjadi prioritas,” ujar Seno, Minggu (26/1/2025).

Politikus Partai Golkar itu mengaku, pihaknya juga tengah mengupayakan agar anggaran penanganan dan pencegahan kebakaran di Kota Jogja bisa lebih maksimal. Salah satu yang kini tengah diperjuangkan adalah perbaikan mobil tangga hidrolik milik Damkarmat Kota Jogja.

Menurut dia mobil tangga hidrolik yang memiliki fungsi untuk menjangkau kebakaran di gedung tinggi itu harus diupayakan perbaikannya tahun ini. Sehingga pemkot dapat memiliki peralatan pemadam kebakaran yang mumpuni.

Walaupun demikian, diakui Seno, anggaran untuk memperbaiki mobil tangga hidrolik itu juga tidak sedikit. Lantaran biaya yang harus dihabiskan untuk perbaikan mesin hidrolik pada kendaraan tersebut mencapai Rp 1,6 miliar.

“Sehingga kalau memungkinkan kami berupaya agar (perbaikan) bisa dilaksanakan tahun ini, karena di Kota Jogja sudah banyak gedung bertingkat,” terang anggota dewan dari Dapil Kota Jogja IV itu.

Sementara itu, Kepala Damkarmat Kota Jogja Taokhid menyampaikan, sangat berharap perbaikan mobil tangga hidrolik dapat dilaksanakan tahun ini. Sebab persoalan tersebut dapat menjadi kendala bagi personil pemadam untuk menangani kasus kebakaran di bangunan tinggi.

Namun disisi lain, Damkarmat Kota Jogja juga telah memiliki program Manajemen Strategis Jogja Aman Kebakaran (Mas Jaka). Program tersebut menjadi salah satu upaya pemkot untuk melibatkan masyarakat, relawan kebakaran, sampai mendorong pelaku usaha agar peduli dengan menguatkan sistem keselamatan kebakaran lingkungan (SKKL).

Taokhid menyebut, kasus kebakaran di Kota Jogja pada tahun 2023-2024 cenderung menurun. Pada 2023 total ada 98 kejadian kebakaran. Sementara pada 2024 turun menjadi 76 kejadian. Walaupun kasusnya menurun, kebakaran harus diantisipasi karena kondisi du Kota Jogja cukup rawan karena merupakan wilayah padat penduduk dan aktivitas masyarakat tinggi.

“Dengan kebijakan strategis Mas Jaka harapannya nanti bisa lebih optimal, kejadian kebakaran ada penurunan dan dampak risiko yang ditimbulkan atau kerugian juga bisa lebih menurun,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Kebakaran #kebakaran gedung #tangga #hidrolik #Damkarmat