Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengulas Sisi Keamanan Pemanfaatan Nuklir di Indonesia, Imbas Rencana Pembangunan PLTN Dalam Negeri

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 11 Desember 2024 | 17:56 WIB
Ilustrasi Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Ilustrasi Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

RADAR JOGJA - Pemerintah berupaya merealisasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.

Hal itu sejalan dengan rencana presiden Prabowo Subianto, melalui Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan operasional PLTN di tahun 2032 nanti.

Hingga kini Indonesia masih belum memiliki pembangkit tenaga nuklir.

Padahal, sejak bertahun–tahun yang lalu, Indonesia memiliki pengalaman dengan riset pengembangan tenaga nuklirnya.

Terbukti, saat ini Indonesia memiliki reactor nuklir yang berjalan, seperti Reaktor Kartini di Yogyakarta, Reaktor Triga 2000 di Bandung, dan Reaktor G.A Siwabessy di Serpong.

Namun, ketiganya bukanlah reaktor komersil, melainkan reaktor riset.

Yang masih menjadi keresahan masyarakat saat ini adalah apakah PLTN di Indonesia mampu bejalan secara optimal tanpa khawatir akan potensi bahaya yang ada.

Keresahan masyarakat disebabkan stigma tentang nuklir yang notabene sering dipakai dalam pembuatan bahan peledak.

Selain itu, peristiwa kecelakaan Chernobyl, Ukraina masih terbayang–bayang akan kengeriannya sebagai bencana yang fatal.

Menjawab hal tersebut, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam lamannya dengan judul PLTN Solusi Krisis Energi dan Pemanasan Global yang diakses pada Sabtu, (7/12/2024) mengatakan tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.

Bapeten mengklaim sistem pengawasannya selalu melibatkan prosedur International Atomic Energy Agency (IAEA).

Selain itu, dalam unggahan lain Bapeten sudah mencontohkan bahwa penggunaan nuklir memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari–hari.

Pemanfaatan tesebut banyak digunakan dalam bidang industri, kesehatan, penelitian dan litbang.

Disamping banyaknya manfaat yang dibawa, nuklir menjadi energi potensial pengganti sumber energi fosil.

Hal itu karena semakin hari, sumber energi fosil semakin menipis karena jumlah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Nuklir dinilai efisien karena merupakan energi baru dan terbarukan yang sedikit menimbulkan gas CO2.

Maka dari itu, rencana pembangunan PLTN di Indonesia nampaknya bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Kendati demikian, pengawasan akan tenaga nuklir di Indonesia masih perlu dilakukan.

Diharapkan dengan adanya kebijakan yang ketat dan sesuai prosedur internasional membuat PLTN di Indonesia bekerja secara optimal dan aman untuk menghidupi kebutuhan energi listrik dalam negeri. (Muhammad Malik Nadzif)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#PLTN Dalam Negeri #rencana pembangunan #keamanan #mengulas #nuklir #imbas #pemanfaatan #Indonesia