RADAR JOGJA – Jika Anda pernah merasa familiar dengan soundtrack film Avatar, mungkin tidak sendirian.
Musisi dan komposer Jeremy Zuckerman, yang bertanggung jawab atas musik epik yang menemani petualangan di dunia Pandora, mengungkapkan sebuah rahasia menarik yang tersembunyi di balik melodi yang memukau itu: inspirasinya datang dari Tari Kecak Bali yang legendaris.
Tari Kecak, salah satu seni pertunjukan tradisional Bali yang paling ikonik, terkenal dengan suara khasnya yang berulang-ulang, 'cak, cak, cak, cak', yang dihasilkan oleh sekelompok penari laki-laki yang duduk dalam lingkaran. Pengalaman ini, yang dipengaruhi oleh ritual dan cerita-cerita epik, menawarkan nuansa mistis yang memikat para penontonnya.
Zuckerman, dalam sebuah wawancara, mengungkapkan bahwa dia terpesona oleh kekuatan emosional dan ritmis dari tarian Kecak saat pertama kali menyaksikannya.
Dia merasa bahwa suara 'cak' yang berulang-ulang menciptakan sensasi yang unik, hampir seperti mantra, yang memicu energi dan emosi yang mendalam.
Mengambil inspirasi dari keindahan dan kompleksitas tarian Kecak, Zuckerman memutuskan untuk memasukkan elemen-elemen suara tersebut ke dalam soundtrack Avatar.
Dia menciptakan pola-pola vokal yang kuat dan repetitif, menciptakan atmosfer yang intens dan emosional yang memenuhi setiap adegan dengan keajaiban dan ketegangan.
Dengan menggabungkan suara tradisional Bali dengan instrumen modern dan imajinasi yang liar, Zuckerman berhasil menciptakan musik yang tak terlupakan, yang tidak hanya menjadi latar belakang yang sempurna untuk petualangan epik di dunia Pandora, tetapi juga memberikan penghormatan yang indah kepada warisan budaya Bali yang kaya.
Saat mendengarkan ulang soundtrack Avatar, sekarang dapat menemukan keajaiban dan kekuatan dari Tari Kecak Bali yang tersembunyi di dalamnya.
Dan dengan demikian, setiap melodi membawa kita pada perjalanan magis yang tak terlupakan ke dalam alam semesta yang menakjubkan dari film yang legendaris ini.
Editor : Amin Surachmad