RADAR JOGJA – Di tengah sorotan publik pada intel Indonesia,terungkap fenomena unik yang telah meresap dalam budaya intelejen di negara ini.
Intel atau juga mata-mata Indonesia kerap sitemukan dalam peran yang tak terduga sebagai tukang bakso, tukang somay,penjual, makanan jalanan atau berbagai profesi jajanan lainnya.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya publik kerap kali menemukan para tukang bakso ini membawa HT (Handy Talkie), tak jarang publik berspekulasi bahwa tukang bakso terseut adalah agent rahasia atau intel.
Hal ini telah menarik perhatin dan pertanyaan dari banyak kalangan, mengenai alasan di balik penyamaran yang melibatkan dunia intelejen Indonesia.
Namun, kenapa tukang bakso identik dengan intel? Alasannya ?
Menurut Mantan Kepala BIN membenarkan fakta tersebut. Penyamaran sebagai pedagang tersebut dilkukan untuk mencari akses maupun info ke berbagai lapisan masyarakat.
Dengan berinteraksi dengan berbagai pelanggan, termasuk mereka yang terlibat dalam berbagai kegiatan, mata-mata dapat memperoleh wawasan yang luas tentang dinamika sosial dan potensi ancaman.
Selain itu, penyamaran ini memungkinkan mata-mata untuk membangun jaringan yang kuat dan berhubungan dengan sumber daya manusia yang dapat memberikan informasi berharga.
Hubungan yang dibangun saat berdagang dapat membuka pintu untuk kerjasama yang menguntungkan dalam pekerjaan intelijen.
Selama beberapa dekade terakhir, mata-mata Indonesia telah berhasil menjalankan peran ini dengan cermat.
Salah satu kasus yang pernah ditangani dengan cara ini adalah aksi penangkapan orang paling dicari di Indonesia yaitu Dr.Azahari dan Nurdin M.Top.
Alasan para intel dulu melakukan penyamaran sebagai penjual jajanan karena mudah,tidak perlu ada skill khusus,anggranya murah dan leih efektif.
Menurut beberapa sumber fenomena ini adalah hasil dari kreativitas dan adaptasi yang menjadi kekuatan mata-mata Indonesia dalam menjalankan tugas mereka.
Mereka menciptakan kehadiran yang tak terduga di jantung kehidupan sehari-hari warga, memastikan bahwa keamanan dan intelijen tetap terjaga.
Dalam dunia mata-mata, penyamaran sebagai tukang bakso atau penjual jajanan mungkin adalah salah satu strategi yang paling tak terduga, tetapi juga paling efektif dalam memenuhi tujuan mereka - menjaga keamanan dan mendapatkan informasi berharga untuk negara. (Fatimah Rizqi z)
Editor : Bahana.