Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gustavo Tocantins Pertanyakan Nasibnya Bersama PSS Sleman 

AR
BEST PLAYER: Striker asing PSS Sleman Gustavo Tocantins mendapatkan gelar pemain terbaik di Championship 2025/2026. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)  Berikan Kredit Khususkepada Gustavo Tocantins 
BEST PLAYER: Striker asing PSS Sleman Gustavo Tocantins mendapatkan gelar pemain terbaik di Championship 2025/2026. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Advertisement

 

RADAR JOGJA - Masa depan striker asing PSS Sleman Gustavo Tocantins kini tengah berada di persimpangan jalan. Pemain asal Brasil itu mulai mempertanyakan nasibnya bersama skuad Laskar Sembada dalam mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang. 


"Saya tidak tahu terkait musim depan. Karena kontrak saya berakhir di akhir musim ini (bulan Mei)," jelasnya, Selasa (12/5).


Meski belum mendapatkan kepastian dari pihak manajemen, Gustavo Tocantins sendiri berharap tetap bisa memperkuat PSS di kompetisi Super League musim depan. Sebab, pemain berusia 30 tahun ini mengaku sangat mencintai Super Elja tersebut. 


"Saya ingin bertahan, tapi semua itu tidak hanya bergantung pada saya," tegasnya.  Oleh karena itu, Tocantins sendiri saat ini memilih untuk menunggu keputusan dari pihak manajemen. 
Sebab,  kepentingan tim jauh lebih besar ketimbang nasib individunya. "Tapi saya yakin ada atau tidak ada saya, PSS akan tetap bisa mengarungi Liga 1 dengan baik," ungkapnya. 


Diketahui, Gustavo Tocantins merupakan sosok pemain yang sangat penting bagi PSS dalam mengarungi kompetisi Championship musim 2025/2026 ini. Selain menjadi top skor di tim, pemain bernama lengkap Gustavo Henrique Barbosa Freire ini juga menjadi pemain terbaik di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.


Tercatat selama musim 2025/2026 ini, Tocantins berhasil mencetak 24 gol dan 10 assist. Tak hanya itu, selama dua musim bersama PSS, pemain kelahiran 11 Januari 1996 ini juga berhasil melampaui legenda Super Elang Jawa, yakni Marcelo Braga, striker asing era Liga Indonesia musim 2003 dan 2004. (ayu/laz)

Advertisement
Editor : Sevtia Eka Nova
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ichsan Pratama Menuntaskan Rindu di Panggung Tertinggi, Janji Suci Terpenuhinya, Ikut Bawa PSS ke Super League

Ichsan Pratama Menuntaskan Rindu di Panggung Tertinggi, Janji Suci Terpenuhinya, Ikut Bawa PSS ke Super League

Nama Ichsan Pratama tentu sudah tidak asing lagi bagi publik Bumi Sembada. Pemain berusia 34 tahun ini merupakan fragmen ingatan yang berkelindan antara luka lama dan kebanggaan yang membuncah.

PSS Sleman Promosi ke Super League, Banyak Pekerjaan yang Harus Dilakukan, Aturan Pemain Asing Jadi Fokus Utama Pieter Huistra 

PSS Sleman Promosi ke Super League, Banyak Pekerjaan yang Harus Dilakukan, Aturan Pemain Asing Jadi Fokus Utama Pieter Huistra 

Keberhasilan PSS Sleman mengunci tiket promosi ke Super League musim 2026/2027 tidak membuat jajaran manajemen bersantai. Direktur Teknik Pieter Huistra menegaskan, pekerjaan rumah besar sudah menanti demi menjaga marwa

Musim Depan PSS Sleman Berpotensi Ketemu PSIM Jogja, Hasto: Bentrokan Sama Sekali Tidak Ada Untungnya

Musim Depan PSS Sleman Berpotensi Ketemu PSIM Jogja, Hasto: Bentrokan Sama Sekali Tidak Ada Untungnya

Kegembiraan bercampur kewaspadaan mulai muncul pasca skuad PSS Sleman resmi naik kasta ke Liga 1. Tim kebanggaan warga Sleman itu akan berpotensi bertemu dengan saudara se-daerahnya PSIM Jogja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer