Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Korban Serangan Rawe Capai 35 Anak, Ubur-Ubur Api Diprediksi Ada di Sepanjang Pantai Selatan Bantul

Iwan Nurwanto • Kamis, 6 Juli 2023 | 19:35 WIB

EVAKUASI: Korban sengatan ubur-ubur api di Pantai Parangtritis saat dilakukan penanganan oleh petugas SAR Satlinmas Wilayah III.
EVAKUASI: Korban sengatan ubur-ubur api di Pantai Parangtritis saat dilakukan penanganan oleh petugas SAR Satlinmas Wilayah III.

 



RADAR JOGJA - Serangan ubur-ubur api atau yang kerap disebut oleh masyarakat sekitar sebagai rawe semakin mengganas di Pantai Parangtritis, Bantul. Selama libur sekolah ini, SAR Satlinmas Wilayah III Bantul mencatat sudah ada 35 anak yang menjadi korban sengatan ubur-ubur api atau Physalia itu.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Bantul Muhammad Arief Nugraha mengatakan, pada Selasa (4/7/23) sudah ada 20 korban serangan rawe. Sementara pada Sabtu (1/7/23) ada 15 orang yang tersengat. Sehingga total sudah ada 35 orang yang menjadi korban dari hewan tersebut di kawasan Pantai Parangtritis.

Arief menyatakan, mayoritas korban dari serangan ubur-ubur memang merupakan anak-anak. Sebab oleh anak-anak rawe justru menganggap rawe sebagai mainan lantaran bentuknya yang seperti gelembung. Selain itu, selama musim libur sekolah seperti sekarang tentunya juga banyak anak-anak yang menghabiskan masa liburannya untuk berwisata.


Guna mengantisipasi serangan ubur-ubur api itu, Arief meminta agar masyarakat selalu berhati-hati dan tidak memainkan benda-benda yang berbentuk seperti gelembung atau jelly ketika berada di pantai. Selain itu juga disarankan untuk tidak menyentuh bagian penyengat atau tentakel di tubuh ubur-ubur.

"Rabu(4/7/23) memang serangan ubur-ubur di Pantai Parangtritis cukup banyak. Sementara pada hari Senin sampai Selasa nihil. Kami imbau wisatawan untuk selalu berhati-hati,"ujar Arief saat dikonfirmasi Rabu (5/7/23).

Dia mengaku, dalam upaya menghadapi serangan ubur-ubur api itu pihaknya telah menyiapkan obat-obatan dan tabung oksigen. Sebab sengatan rawe memang kerap membuat kulit korbannya terasa panas. Bahkan tidak jarang membuat sesak napas karena kesakitannya.

Menurut Arief, rawe memang sering muncul saat suhu udara dingin seperti saat ini. Bahkan diprediksi, ubur-ubur penyengat akan tetap ada di kawasan pantai selatan hingga Agustus mendatang. "Rawe bisa berada di kawasan pesisir karena dibawa gelombang pantai," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi juga meminta agar wisatawan berhati-hati terhadap serangan ubur-ubur. Menurutnya, ubur-ubur api tidak hanya ada di Pantai Parangtritis saja. Namun kemungkinan besar juga ada di sepanjang pantai selatan Bantul.


"Ubur-ubur ini sudah muncul sejak beberapa hari yang lalu di Pantai Parangtritis dan sekitarnya," ungkap pria yang akrab disapa Ipung ini. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#SAR Satlinmas #Ubur Ubur #Bantul