JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel, belum memastikan kapan gelandang Donny Warmerdam akan langsung tampil sebagai starter, atau bermain sejak menit pertama dalam waktu dekat.
Meski Donny sudah pulih dari cedera patah tulang di kaki kiri yang dialaminya pada awal musim. Tapi kondisi pemain asal Belanda itu dinilai masih perlu waktu untuk kembali ke performa terbaiknya.
"Donny semakin bugar. Seperti yang saya katakan, kembali ke lapangan itu tidak sama dengan siap untuk bermain. Jika dia sudah siap bermain, bukan berarti dia benar-benar kembali ke performa terbaiknya," katanya, Rabu (11/3).
Donny sendiri sejauh ini tercatat memang sudah debut, dan merumput dalam dua pertandingan PSIM. Ia menjalani debut musim ini saat Laskar Mataram menjamu Bali United pada 23 Februari 2026.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 3-3 tersebut, Donny dimainkan sekitar 15 menit di penghujung babak kedua. Meski tampil singkat, kehadirannya dinilai memberi dampak positif bagi permainan PSIM yang mampu mengamankan satu poin setelah sempat tertinggal 0-3.
Selanjutnya, kesempatan bermain kembali didapatkan Donny saat PSIM menghadapi PSBS Biak di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sleman, pada 27 Februari 2026. Pada laga tersebut, PSIM berhasil meraih kemenangan 4-2.
Meski begitu, Van Gastel kembali menegaskan, pemilihan pemainnya dalam setiap pertandingan tetap didasarkan pada kebutuhan tim, ia berupaya untuk memainkan pemain yang siap, dan terbaik yang ada di skuadnya.
Sebagai pelatih dia mengaku tertantang memenangkan setiap pertandingan. “Saya memilih tim terbaik yang saya punya. Jika dia cocok di tim terbaik itu, maka dia akan bermain. Jika tidak, dia akan berada di bangku cadangan," ulasnya.
Secara pribadi, pelatih asal Belanda tersebut juga mengaku senang karena Donny kini sudah kembali tersedia bagi tim setelah menjalani masa pemulihan yang cukup panjang.
Sementara itu, Donny sendiri juga mengaku sangat senang akhirnya bisa kembali bermain setelah menjalani masa pemulihan yang cukup panjang akibat cedera. Selama proses tersebut, ia harus menjalani berbagai sesi rehabilitasi yang membutuhkan kesabaran dan disiplin tinggi selama beberapa bulan.
"Setelah penantian lama dan banyak sesi pemulihan, saya berkesempatan bermain. Saya ingin bermain, dan sangat menyenangkan saat saya menginjakkan kaki di lapangan lagi," kata Donny.
Meski baru kembali tampil, ia mengaku tidak mengalami kesulitan atau kendala berarti. Namun, tetap saja ia masih harus menyesuaikan diri kembali dengan ritme dan intensitas pertandingan.
"Saya merasa tidak ada kesulitan berarti. Tentu saja saya harus membiasakan diri lagi dengan ritme pertandingan. Tapi itu adalah hal yang baik bahwa saya bisa berada di lapangan lagi," paparnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo