Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapten PSIM Jogja Reva Adi Utama Pulang ke Rumah karena Ber-KTP Jogja sejak 2022

Fahmi Fahriza • Selasa, 9 September 2025 | 04:25 WIB
Kapten PSIM Jogja Reva Adi Utama
Kapten PSIM Jogja Reva Adi Utama

 

JOGJA - Kota Jogja punya tempat spesial di hati Reva Adi Utama. Meski baru resmi memperkuat PSIM musim ini, bek kiri asal Makassar itu sudah lebih dulu menyimpan kedekatan sentimental dengan kota ini.

Pemain kelahiran 1 September 1996 itu mengawali karier profesional bersama PSM Makassar. Nama Reva kemudian tercatat pernah memperkuat sejumlah klub besar di Indonesia. Mulai dari Barito Putera, Persebaya Surabaya, Madura United, hingga Dewa United sebelum akhirnya bergabung dengan Laskar Mataram.

Berusia 29 tahun dan berpostur 172 cm, Reva kini dipercaya sebagai kapten tim PSIM di musim perdananya di BRI Super League 2025/2026. Meski target manajemen hanya bertahan dengan nyaman di kasta tertinggi, ia punya tekad lebih tinggi.

"Sebagai pemain tentu ingin raih pencapaian tertinggi, tapi saya tidak mau menjadikannya beban. Saya selalu bilang ke tim untuk memberi yang terbaik," ujarnya pada Radar Jogja, Senin (8/9).

Banyak kabar dan informasi mencuar, status PSIM sebagai tim promosi membuat mereka kerap dipandang sebelah mata. Namun justru hal itu dianggap Reva sebagai energi tambahan.

"Menurut saya bagus kalau dianggap underdog, itu jadi motivasi buat kami. Saya suka PSIM dibilang underdog, biar kami buktikan di lapangan," tegasnya.

Disebutkan, kedekatan Reva dengan Jogja terbangun jauh sebelum ia berseragam PSIM. Sejak 2020, ia sudah menetap bersama keluarganya di kota Gudeg. Bahkan sejak 2022 silam, ia resmi ber-KTP Jogja.

"Saat ini insyaAllah lagi proses bangun rumah. Jadi memang sudah niat tinggal di Jogja, dan sekarang bisa bela PSIM, ini seperti sumbangsih saya sebagai warga Jogja," katanya.

Meski berasal dari Makassar dan sang istri berdarah Bekasi, keduanya sepakat menetap di Jogja karena kenyamanan suasana kota Jogja. Dia mengenang, waktu itu masih main di Barito Putera lalu TC di Jogja. Keluarga ikut dan merasa tenang dan betah. “Sejak itu doa saya semoga ada rezeki main di Jogja, alhamdulillah kesampaian," ungkapnya.

Ada satu cerita yang belum banyak ia sampaikan ke publik, yakni soal keputusan Reva untuk merapat ke PSIM juga dibarengi dengan keinginan kontrak jangka panjang. Ada beberapa tawaran dari klub lain sebelum ke PSIM. Lalu manajemen PSIM tawarkan satu tahun, saya justru minta dua tahun. Setelah disetujui, saya tidak pikir panjang lagi," jelasnya.

Sebagai kapten tim, Reva menegaskan PSIM bukan tim biasa. Dari empat pertandingan awal musim, Laskar Mataram belum sekalipun kalah. Namun demikian, ia juga tidak ingin besar kepala.

Salah satu motivasi yang selalu diulangi nya kepada para pemain lain adalah untuk tetap fokus di setiap laga, dan tidak lengah. "Tim lain juga melihat kami serius, tanpa perlu kami banyak bicara. Tapi saya selalu ingatkan teman-teman, jangan lengah dan tetap rendah hati," tandasnya. (iza/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Reva Adi Utama #KTP #PSIM #Barito Putera #PSM Makassar #Dewa United #PSIM Jogja