Penyedia jasa cornrow di Jogja Felicia Yuli Suryani menyebut, cornrow merupakan gaya kepang rambut yang sudah terkenal sejak zaman dulu. Bahkan jadi jenis kepang tertua dari Afrika. Bahkan memiliki makna mendalam bagi masyarakat Afrika. Cornrow pun menjadi tradisi turun-temurun dalam keluarga Afrika. “Tradisi ini terbawa sampai ke daerah lain seiring dengan perpindahan orang-orang ke luar Afrika,” jelasnya pada Radar Jogja.
Cornrow, juga menjadi tren bersamaan dengan populernya musik hip-hop. Sekarang, cornrow sudah jadi bagian gaya populer dan dikenakan para selebritas non-Afrika. Menurutnya, ciri khas dari cornrow terletak pada kepang rambut yang dibuat berbaris-baris. Dalam bahasa Inggris, kepangan ini disebut row. Barisan yang dibuat rapat, dengan kepangan yang timbul, dan melekat pada kulit kepala membuatnya tampak seperti jagung atau corn. Oleh sebab itu,
dinamakan cornrow.
Secara teknik, cornrow mirip dengan dutch braid. Karena hasil akhirnya yang tampak sama-sama timbul. Bedanya, teknik dutch braid biasanya akan sedikit menarik rambut agar hasil kepang tidak terlalu menempel pada kulit kepala. Sedangkan pada cornrow justru sebaliknya. Sebisa mungkin hasil kepang harus melekat pada kulit kepala. “Dengan begitu kepangan akan membuat kulit kepala dapat terlihat dan membentuk baris-baris,” jabar Felicia.
Cornrow memiliki beragam jenis. Seperti cornrow klasik, glam cornrow, side cornrow, dan cornrow kontemporer. Felicia menyebut, cornrow klasik memanfaatkan rambut yang panjang. Pola kepangnya tidak harus selalu lurus dan ukurannya sama. Tapi aksennya cenderung minimalis, dan cocok untuk pemula.
Sedangkan glam cornrow, ukuran kepangnya dibuat lebih besar. Gaya ini mengesankan tampilan yang glamor. Seluruh ujung kepang, disatukan lalu diikat satu menjadi ponytail atau di-cepol. Side cornrow dilakukan hanya pada bagian samping. Gaya ini mengesankan pengguna yang manis dan cute.
Seiring dengan perkembangan dunia fashion, cornrow berkembang dalam beragam versi dan gaya. Kerap kali, cornrow dipadukan dengan jenis kepang lain untuk mendapatkan gaya cornrow yang modern. Penambahan material pada rambut yang di-cornrow pun membuat cornrow gaya kontemporer terlihat sangat menarik. Eksentriknya cornrow, membuat beberapa desainer membawanya ke runway.
Felicia menjelaskan, rambut keriting lebih mudah untuk dikepang dan lebih bervolume. Cornrow bisa dilakukan pada rambut yang minimal panjangnya 10 centimeter untuk rambut keriting. Sedangkan untuk rambut lurus, minimal 18 centimeter untuk hasil yang maksimal.
Tahap awal cornrow, didahului dengan mencuci rambut pelanggan. Setelah itu, dia akan memberikan serum atau vitamin kemudian dikepang sesuai dengan keinginan pelanggannya. Dalam membuat satu baris cornrow, Felicia membutuhkan waktu sekitar 10 menit. “Baris cornrow yang semakin banyak, butuh waktu yang lebih lama,” jelasnya.
Felicia mengaku, peminat cornrow yang datang ke salonnya saat ini berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, pengacara, bahkan atlet basket nasional.
Dia pun turut membagi tips merawat cornrow. Dia menyebut, penggunanya harus mencairkan shampo yang mereka pakai sebelum diaplikasikan. Tujuannya, untuk memudahkan perataan sampo. Selain itu, bisa dengan terlebih dahulu membuat buih sampo, kemudian ditepuk-tepukan pada rambut. “Penggunanya cuma boleh menggosok baris-baris kulit kepala secara perlahan,” jelasnya.
Ketahanan cornrow pada tiap orang berbeda. Menyesuaikan kenyamanan dan pertumbuhan rambut pemakainya. “Ada yang satu minggu, tiga minggu, bahkan lebih dari satu bulan,” ucapnya.
Ketika rambut memanjang, maka kepang yang dijalin pada pangkal rambut akan mengendur. Dengan begitu, kepangan cornrow akan mengambang dan menjadi tidak rapi. “Kekhasan cornrow yang nempel di kulit menjadi mengambang. Jika ingin tetap bergaya cornrow, maka jalinan kepang dilepas, lalu dijalin lagi,” tandasnya. (fat/eno) Editor : Editor Content