Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pola Makan Terasa Biasa, Tapi Berat Badan Tetap Naik? Ini Penjelasan Dokter Gizi

Magang Radar Jogja • Kamis, 25 Desember 2025 | 17:10 WIB
Orang yang malas olahraga namun tetap memiliki berat badan ideal disebabkan berbagai faktor.
Orang yang malas olahraga namun tetap memiliki berat badan ideal disebabkan berbagai faktor.

Pernah merasa pakaian jadi terasa ketat, padahal pola makan terasa biasa saja? Banyak orang mengalami kenaikan berat badan secara perlahan tanpa menyadari perubahan tersebut.

Prosesnya tidak terjadi sekaligus, tapi terus menumpuk, dan sering kali baru diperhatikan ketika perubahan sudah cukup signifikan.

Menurut dokter gizi klinik dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK, Subsp.K.M, kenaikan berat badan yang terjadi secara perlahan umumnya disebabkan oleh kelebihan energi yang sedikit, tetapi terjadi terus-menerus.

Dr. Fiastuti menjelaskan bahwa tidak semua peningkatan berat badan terjadi karena seseorang makan terlalu banyak secara berlebihan.

Dalam banyak kasus, penyebabnya justru karena mengkonsumsi kalori berlebihan yang terlihat biasa saja.

“Perbedaan kebutuhan energi antarindividu bisa mencapai sekitar 150 kalori per hari. Jika kelebihan ini terjadi setiap hari, dalam seminggu bisa mencapai sekitar 1.000 kalori,” ujar dr. Fiastuti.

Energi yang berlebihan akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak. Jika ini terjadi terus-menerus, berat badan akan meningkat secara perlahan dan tidak disadari, hingga akhirnya pakaian tidak lagi pas atau ukuran celana mulai berubah.

Tidak semua orang membutuhkan jumlah energi yang sama. Faktor genetik memengaruhi tingkat metabolisme tubuh saat istirahat, yaitu energi yang dibutuhkan tubuh ketika tidak bergerak.

Orang yang memiliki metabolisme lebih lambat biasanya memerlukan kalori lebih sedikit. Jika kita tetap mengikuti rekomendasi makanan secara umum tanpa memperhatikan jenis metabolisme seseorang, maka kita bisa mengonsumsi kalori secara berlebihan setiap hari.

Meski begitu, dia menjelaskan bahwa faktor genetik bukanlah satu-satunya hal yang menentukan. Pola hidup tetap memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan energi.

Selain faktor metabolisme, gaya hidup juga menjadi penyebab utama kenaikan berat badan yang tidak disadari.

Kegiatan fisik yang kurang, kebiasaan makan camilan, serta mengkonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak membentuk kombinasi yang sulit untuk dihindari. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut menghasilkan sedikit energi tambahan yang terus-menerus setiap hari.

Dr. Fiastuti juga mengingatkan bahwa perubahan berat badan tidak boleh hanya dilihat dari angka di timbangan saja.

Yang lebih penting adalah komposisi tubuh, yaitu bagaimana lemak dan massa otot dalam tubuh kita dibandingkan. Seseorang bisa bertambah berat badan karena menumpuk lemak, bukan karena otot.

Situasi seperti ini dapat membuat proses penuaan lebih cepat dan mengurangi kebugaran tubuh.

Karena setiap orang mempunyai kebutuhan energi dan cara tubuh merespons yang berbeda, dr. Fiastuti merasa pendekatan umum sering kali tidak cukup baik.

Salah satu cara untuk memahami tubuh lebih jauh adalah dengan melakukan pemeriksaan gen yang terkait dengan nutrisi, yaitu nutrigenomik.

Pemeriksaan ini bisa membantu seseorang memahami bagaimana tubuhnya bereaksi terhadap makanan, aktivitas fisik, bahkan kafein. 

Dengan mengetahui hal itu, pola makan dan gaya hidup bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Namun, ia juga menekankan bahwa meskipun tidak ada pemeriksaan gen, prinsip dasar menjaga keseimbangan energi tetap penting, seperti mengatur asupan makan dan meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.

Kenaikan berat badan yang terjadi perlahan sering kali dianggap remeh. Namun, jika tidak diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme di masa depan.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih perhatian terhadap perubahan kecil di tubuh dan mulai mengubah gaya hidup sejak awal, sebelum kenaikan berat badan menjadi masalah yang lebih serius.

Penulis: Ocha

Editor : Bahana.
#makan #berat badan #pola makan