Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bore Up Hampir Sama dengan Oversize, Hanya Saja Harus Paket Lengkap

Anom Bagaskoro • Sabtu, 19 April 2025 | 15:00 WIB

 

FOKUS: Pemilik bengkel motor GYN Manual Tech Garindra Tegar Indriansyah sedang melakukan kolter pada mesin Vario 125.
FOKUS: Pemilik bengkel motor GYN Manual Tech Garindra Tegar Indriansyah sedang melakukan kolter pada mesin Vario 125.

RADAR JOGJA - Tren bore up pada mesin motor Honda Vario ternyata memiliki prinsip yang sama dengan oversize. Hanya saja, bore up memerlukan paket lengkap agar performa motor dapat optimal. Tentunya, paket lengkap tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan dan regulasi yang ada.

Guru Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 2 Jogja Bangun Estutomo menyampaikan, bore up dan oversize memiliki definisi yang sama. Oversize merupakan bentuk dari memperlebar ukuran silinder. Sedangkan bore up merupakan bentuk jadi dari memperlebar ukuran silinder melebihi ketentuan pabrikan.

 Baca Juga: Umat Katolik di Kota Jogja Turut Mengikuti Penghormatan Salib sebagai Rangkaian Ibadah Jumat Agung di Gereja Kristus Raja Baciro

"Oversize biasanya untuk digunakan untuk memperbaiki mesin motor standar," ucapnya.


Biasanya kerusakan dapat terjadi akibat mesin oli habis di ruang pembakaran. Membuat silinder rusak berupa baret. Untuk memperbaiki itu, silinder perlu dibubut, agar ukuran silinder lebih besar.

 

Tenaga Pendidik SMKN 2 Jogja Leka Asganu (batik) dan Guru Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 2 Jogja Bangun Estutomo Bangun Estutomo (kaus merah)
Tenaga Pendidik SMKN 2 Jogja Leka Asganu (batik) dan Guru Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 2 Jogja Bangun Estutomo Bangun Estutomo (kaus merah)

Sementara itu, tenaga pendidik di SMKN 2 Jogja Leka Asganu menyampaikan, oversize memang digunakan untuk memperbaiki mesin. Berbeda dengan bore up, yang dilakukan atas dasar meningkatkan peforma motor.


Dalam hal ini, perlu tenaga ahli yang mampu membongkar keseluruhan mesin. Setelah mesin dibelah, blok motor kemudian dibubut untuk memperlebar silinder. "Kalau oversize toleransi pabrikan hanya 1 mm, sedangkan bore up 2 mm," ucapnya.

Tentunya, hal ini berdampak pada peforma mesin. Setiap melebarkan 1 mm, maka ruang volume silinder bertambah 10 CC. Tentunya dari segi kecepatan, dan kemampuan motor akan meningkat jauh.


Baca Juga: XLSMART Resmi Berdiri, Kekuatan Baru Masa Depan Digital Indonesia  

Ketika bore up , perlu diperhatikan komponen pendukung lainnya. Sebab jika hanya memperlebar silinder, maka performa motor tak optimal. Mekanik biasanya akan mengganti komponen lama, seperti piston, sekher, dan pengapian.


"Perlu remapping ulang juga, karena berhubungan dengan pengoptimalan pengapian di ruang bakar," ungkapnya.

Perubahan besar-besaran inilah yang membuat bore up tak sesuai dengan regulasi. Lantaran, komponen dan spesifikasi motor meningkat drastis. Padahal pabrikan biasanya telah menentukan mesin hingga kerangka motor yang sesuai. Tujuannya, agar motor lebuh awet dan lebih aman digunakan.

 Baca Juga: Ibu Kepala Sekolah dan Selingkuhannya Jadi Tersangka Kasus Penelantaran Bayi di Kebumen

Perlu diingat, bore up juga memiliki kerugian bagi penggunanya. Sebab motor sudah kehilangan garansi dari pabrikan. Selain itu, penggunaan motor bore up bisa saja membahayak pengendara. Motor berpotensi mengalami overheat hingga membuat piston berhenti mendadak. Kejadian ini bisa saja membuat pengendara terpental akibat piston berhenti mendadak. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Overheat #bore up #tren #spesifikasi #motor #Performa #volume #pabrikan #ruang pembakaran #oversize #silinder #Piston #SMKN 2 Jogja #honda vario #mesin motor