Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berbeda dengan Gamis, Potongan Kain Abaya Lebih Besar

Fahmi Fahriza • Sabtu, 30 Maret 2024 | 16:00 WIB

 

LONGGAR: Abaya berbeda dengan gamis, karena cenderung memiliki potongan yang lebih lebar sehingga tidak akan membentuk lekukan tubuh si pemakai.
LONGGAR: Abaya berbeda dengan gamis, karena cenderung memiliki potongan yang lebih lebar sehingga tidak akan membentuk lekukan tubuh si pemakai.

RADAR JOGJA - Abaya tidak sama dengan gamis. Sekilas, keduanya memang memiliki kemiripan. Namun yang membedakan antara keduanya adalah jenis potongan dan juga motif.

Karena cenderung memiliki potongan yang lebih lebar dibandingkan gamis, abaya tidak akan membentuk lekukan tubuh si pemakai. Sementara itu, gamis lebih dominan dan berani menampilkan motif maupun memainkan palet warna. Sedangkan abaya lebih dominan polos dengan motif yang minor.

 

"Gamis juga warnanya lebih beragam, abaya itu masih terbatas warnanya setahu saya, paling best seller yang hitam," sebut penjual aksesoris dan baju muslim di bilangan Terban, Jogja Amanda Vianika kemarin (29/3).

 

Meski sudah memiliki beragam variasi warna, abaya hitam masih paling banyak diminati. Jika hari biasa dia hanya menjual 10-14 abaya per bulan, di Ramadan ini sudah ada dua lusin abaya terjual. Bahkan saat ini, produk abaya yang biasa dijual di tokonya sedang kosong. “Baru datang lagi nanti mungkin awal April pas dekat Lebaran," katanya.

 

Untuk kain paling favorit, lanjutnya, masih pada jenis kain maliky dan nida. Sebab kain ini memiliki tekstur yang lembut dan tetap dingin saat dipakai. Dengan ukuran yang disediakan dari small (S) hingga extra large (XL). Harga yang ditawarkan pun mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. "Harganya itu menyesuaikan jenis kainnya dan variasi di jahitannya, kain yang dipakai memang cukup premium," ungkapnya.

 

Tidak hanya menjual secara offline, Vianika juga menjual abaya lewat media sosial dan marketplace. "Trafik pembelinya lebih banyak online, sekitar 70 persen. Mungkin karena lebih banyak promo yang tersedia saat beli online," lontarnya. (iza/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Abaya muslim #fashion muslim