RADAR JOGJA - Menyusul banyaknya pekerja yang menggunakan konsep work from anywhere (WFA), minat masyarakat menggunakan coworking space di Jogjakarta ikut naik. Seperti di Wheelsaidspace Jogja yang membuka cafe sekaligus pelayanan untuk bekerja.
Owner Wheelsaidspace Jogja Hendy Kristanto mengatakan, hal itu yang menjadi pertimbangannya membuka bisnis kedai kopi dengan tambahan layanan sepuasnya untuk bekerja. "Konsepnya minimalis, awalnya saya ingin memfasilitasi komunitas-komunitas sepeda yang membutuhkan tempat berkreasi dan membuat karya," katanya kemarin (16/2).
Hendy menjelaskan, dari awal tujuan mendirikan bisnis itu sejak 2023 lalu memang kolektif. Tak hanya kedai kopi, melainkan untuk siapapun yang hendak mgerjakan sesuatu untuk membuat karya.
"Ya tapi ternyata banyak kalangan yang membutuhkan tempat untuk kerja yang nyaman di manapun. Sekarang sampai mahasiswa, wartawan juga ada," ujarnya.
Seiring berkembangnya waktu, penyedia working space di Jalan Bausasran Kota Jogja itu merambah ke fasilitasi kalangan lain. Selain penikmat sepeda juga kalangan mahasiswa, pelajar, atau pekerja swasta lain yang membutuhkan tempat nyaman untuk bekerja. "Lumayan antusias beberapa kali ada semacam mhasiswa yang berkarya di sini trus titip karyanya dipajang di sini," jelasnya.
Laki-laki 33 tahun itu hanya menyediakan satu ruangan saja yang campur dengan pelanggan kedai kopi. Sebab konsep yang dihadirkan adalah minimalis, dan lebih private. Sehingga pelanggan yang kabanyakan adalah mereka yang bekerja bisa lebih nyaman dan tak terganggu dengan kebisingan lain.
"Cuma ada satu ruangan terbatas, cuma kita mencoba buat memaksimalkan tempat juga. Kapasitasnya hanya 12 orang, lebih diutamakan memang yang mau bekerja," ucapnya.
Skemanya disebut tak ada sewa. Siapapun yang hendak menggunakan fasilitas tersebut terbuka selagi masih ada kapasitas. Konsepnya dengan beli berapapun menu yang ada, maka pelanggan bisa menikmati layanan sepuasnya. "Iya kami sepuasnya mau berapa jam di sini, tapi rata-rata maksimal 2-3 jam," tandasnya. (wia/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita