RADAR JOGJA - Pemilik usaha barbershop atau pangkas rambut menjadi kebanjiran order karena menggeliatnya tren gaya rambut mullet. Model potongan rambut khusus untuk kalangan pria ini, sempat ramai menjadi primadona.
Misalnya saja terjadi di K.I Haircut Barbershop yang terletak di Jalan Taman Siswa, Kota Jogja. Pemiliknya, Hari mengaku sempat kebanjiran banyak yang meminta potong mullet saat trennya kembali naik. Khususnya tahun lalu. "Menguntungkan karena intensitas (orang datang untuk potong, Red) itu cepat. Karena pengen juga rambut yang lagi trending," katanya kepada Radar Jogja Jumat (4/8/23).
Namun sepanjang 2023, minat potong rambut mullet mulai terjadi penurunan. Saat ini, hanya sekitar lima orang yang datang untuk dipotong gaya mullet. Bahkan terkadang, setiap minggu hanya didapati 1-3 orang yang akan memilih model ini.
Menurutnya, hal itu karena sekarang banyak orang memilih potong dengan gaya rambut yang variatif. Tidak hanya terpaku pada satu gaya saja. “Waktu itu tren banget lah semua orang pengen mullet. Bahasa mereka dulu kalo potongan mullet, cewek pasti kepelet," tambahnya.
Menurut Hari, gaya mullet tidak sulit untuk dicukur. Tetapi yang sulit ialah perihal menjaga kondisinya agar tetap dengan gaya mullet.
Sementara itu, owner Kamiko Barberstudio Alfarouq menyebut, ada beberapa customer yang memang sejak lama stay dengan gaya mullet. Meski ada juga yang coba-coba karena lagi booming. Menurutnya, tren mullet mulai naik sejak tiga tahun yang lalu, tetapi belum banyak yang berani menjadikannya sebagai gaya rambut.
Menurut Alfarouq, kembali tren, ketika banyak influencer semacam musisi indie berpotongan rambut mullet. Ditambah konten di media sosial yang selalu bersliweran tentang mullet dan cara mencukurnya. "Intinya gini, si A idolaku rambutnya keren tuh, cobain ah. Dan ternyata oke juga, dan cocok dengan style vintage yang lagi hits sekarang, sepatu docmart, baju oversize. Semacam punya karakter," ungkapnya.
Dia mengaku, untuk mencukur rambut gaya mullet harus menguasai banyak skill, section yang presisi, penarikan yang sejajar, gradasi yang halus, dan texture yang pas. Agar bentuknya tampak natural dan messy. Sedangkan untuk harga memotong rambut gaya mullet sama saja dengan lainnya. Menurutnya, tren mullet sejauh ini masih 50 banding 50 karena tidak semua kalangan bisa.
Alfarouq memberi contoh misalnya kalangan yang kerja di lingkungan formal, dan pelajar sulit untuk dapat menggunakan gaya rambut mullet. Gaya rambut mullet dapat dikombinasi dengan gaya lainnya. Seperti bisa digabungkan sama comma hair, sideswept, hingga curtain. "Intinya potongan mullet itu panjang pada area bagian belakang," pungkasnya. (cr3/eno)