KULON PROGO - Produsen bakpia di Kulon Progo mendapat berkah libur Lebaran. Lantaran, selama Lebaran oleh-oleh bakpia diburu pemudik yang hendak kembali ke perantauan. Bahkan berkat pesanan itu, produksi bakpia meningkat drastis.
Pemilik Bakpia dan Wingko Rahmat Rahmat Sugiyanto menuturkan, sedang kebanjiran pesanan selama Lebaran.
Bahkan pesanan untuk oleh-oleh seperti bakpia atau wingko mulai bermunculan saat Ramadan dan terus melonjak saat libur.
Baca Juga: Mengejutkan! Arus Mudik dan Balik di Gunungkidul Lancar Total, Nihil Kemacetan dan Laka Menonjol
"Sudah sejak beberapa bulan lalu pesanan bermunculan, ditujukan untuk lebaran," ucap Rahmat, Kamis (26/3/2026).
Rahmat menjelaskan, puncak pesanan oleh-oleh bakpia terjadi saat Libur Lebaran. Tercatat selama tiga hari libur Lebaran terdapat 10 ribu dus pesanan bakpia.
"Sudah sejak beberapa bulan lalu pesanan bermunculan, ditujukan untuk lebaran," ucap Rahmat, Kamis (26/3/2026).
Rahmat menjelaskan, puncak pesanan oleh-oleh bakpia terjadi saat Libur Lebaran. Tercatat selama tiga hari libur Lebaran terdapat 10 ribu dus pesanan bakpia.
Pesanan ini hanya terhitung untuk produk bakpia kering, dan bukan oleh-oleh lain.
Untuk memenuhi pesanan ini, pihaknya perlu menambah tenaga kerja.
Untuk memenuhi pesanan ini, pihaknya perlu menambah tenaga kerja.
Baca Juga: Pergerakan Wisatawan di Sleman Tembus 188 Ribu, Dinas Pariwisata Optimistis Bisa Penuhi Target
Lantaran, pesanan dapat terus bertambah mengingat musim arus balik Lebaran bakal terjadi di minggu-minggu ini.
Pihaknya menambah 100 tenaga kerja yang berasal dari Kulon Progo, Gunungkidul, hingga Magelang.
"Kebanyakan pemudik untuk oleh-oleh," ujarnya.
Rahmat mengaku setiap Lebaran, rumah produksi dan tokonya rutin dikunjung pemudik yang mencari oleh-oleh.
"Kebanyakan pemudik untuk oleh-oleh," ujarnya.
Rahmat mengaku setiap Lebaran, rumah produksi dan tokonya rutin dikunjung pemudik yang mencari oleh-oleh.
Kebanyakan pemudik berasal dari Jabodetabek yang mengincar oleh-oleh khas Kulon Progo ataupun Jogja. dibanding dihari biasa kenaikan jumlah penjualan mencapai 30 persen.
Sementara itu, salah satu pembeli bakpia Dwi Muryanti mengaku rutin berburu oleh-oleh saat lebaran.
Sementara itu, salah satu pembeli bakpia Dwi Muryanti mengaku rutin berburu oleh-oleh saat lebaran.
Pemudik asal Tangerang selatan itu, memastikan kembali ke perantauan dengan membawa buah tangan berupa bakpia dan wingko.
"Kalau liburan nyari oleh-olehnya di sini," ungkapnya.
"Kalau liburan nyari oleh-olehnya di sini," ungkapnya.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Obwis Kulon Progo Tembus 43 Ribu Orang selama Tiga Hari, Dinpar Prediksi Tren Terus Meningkat
Dwi mengaku oleh-oleh bakpia dan wingko masih relevan dengan identitas Jogja sehingga cocok untuk buah tangan.
Dwi mengaku oleh-oleh bakpia dan wingko masih relevan dengan identitas Jogja sehingga cocok untuk buah tangan.
Ia juga sengaja memilih milih toko yang menjual bakpia. Selain harga terjangkau, dirinya mempertimbangkan bakpia atau wingko yang barus saja matang atau selesai produksi. Lantaran, lebih awet saat disimpan. (gas)