Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Dumpoh Temon Kulon Progo Protes Jalan Rusak Pasca Penggalian Pipa Spam Kamijoro

Anom Bagaskoro • Minggu, 25 Januari 2026 | 11:00 WIB

PROTES: Warga Padukuhan Dempoh melewati jalan rusak yang telah ditempeli spanduk.
PROTES: Warga Padukuhan Dempoh melewati jalan rusak yang telah ditempeli spanduk.
KULON PROGO - Warga Padukuhan Dumpoh, Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon melakukan aksi protes dengan memasang spanduk.

Keluhan mereka berkaitan dengan jalan rusak akibat penggalian pipa SPAM Kamijoro.

Pantauan Radar Jogja di Jalan Weton-Dumpohn puluhan spanduk protes dan sindiran terpasang di sepanjang jalan.

Tulisan spanduk "Anak Tiri Gue, Bejir," serta tulisan lain membanjiri jalan dengan panjang ratusan meter itu. Kondisi Jalan Weton-Dumpoh juga rusak berat.

Separuh badan jalan kini hanya berisi material tanah dan batu. Jalan yang dulunya aspal rata, kini justru tak bisa dilewati dengan normal.

Perwakilan Warga Dumpoh Anjar Prajarta menjelaskan, aksi protes dilakukan warga dengan cara memasang spanduk sindiran.

Puluhan spanduk terpasang di Jalan Weton-Dumpoh yang kondisinya telah rusak parah.

"Warga memasang spanduk, sejak awal dijanjikan perbaikan pasca proyek selesai, tapi kenyaataannya tidak ada," ucap Anjar, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (25/1).

Anjar menjelaskan, Jalan Weton-Dumpoh sebelumnya dapat dilewati, walaupun memiliki kerusakan.

Namun, pasca proyek SPAM Kamijoro berlangsung, kerusakan jalan semakin parah. Hal ini diakibatkan oleh aktivitas penggalian tanah di atas badan jalan, tanpa adanya perbaikan jalan.

Penggalian pipa di bawah jalan kabupaten itu, memakan separuh jalan aspal.

Panjang penggalian, di satu ruaa itu memakan 300 meter. Sayangnya, pasca penggalian perbaikan hanya dilakukan dengan mengurug kembali bekas galian.

Perbaikan dengan urugan, membuat masyarakat kecewa. Pasalnya, urugan tanah justru membuat jalan licin dan tak mudah dilalui.

Padahal saat sosialisasi pekerjaan oleh kontraktor, warga dijanjikan perbaikan jalan berupa perkerasan menggunakan beton.

"Warga sempat swadaya menambal, kalurahan juga sudah menjembatani dengan kontraktor," ujarnya.

Setelah proyek selesai, warga sempat melakukan perbaikan jalan mandiri. Pemerintah Kalurahan Kebonrejo juga memfasilitasi keluhan masyarakat untuk penyampaian ke kontraktor.

Akan tetapi, perbaikan jalan dari kontraktor hanya dilakukan dengan urugan pasir batu (sirtu). Alhasil, jalan tak pulih seperti sediakala.

Kekecewaan warga semakin bertambah. Pasalnya, kalurahan lain yang dilewati pipa SPAM Kamijoro mendapatkan perlakuan lebih baik.

Jalan yang sebelumnya digali untuk pipa, diperbaiki dengan perkerasan beton setebal 20 cm.

"Jalan kami dilompati, kami merasa dikucilkan, sekarang kontraktornya sudah pergi, saiapa yang mau memperbaiki," ungkapnya.

Hingga saat ini, warga Padukuhan Dumpoh berharap agar suara mereka didengar melalui puluhan spanduk terpasang.

Tujuannya, agar perbaikan jalan dapat terealisasi. Mengingat, Jalan Weton-Dumpoh merupakan akses vital masyarakat.

Jalan Weton Dumpoh merupakan akses alternatif bagi masyarakat dari sisi utara Kapanewon Temon dan Kokap untuk menuju sisi selatan, tepatnya Kawasan Bandara YIA.

Utamnya, jalan tersebut dilengkapi underpass kereta. Setiap harinya, jalan ini dilewati ratusa kendaraan roda dua ataupun empat. (gas)

Editor : Bahana.
#Warga Kulon Progo #warga protes jalan rusak #Yogyakarta #Kulon Progo #Temon Monyet Gunung Lawu