Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko menyampaikan, pemantauan wisatawan libur nataru telah dimulai sejak 20 Desember lalu. Dari pengamatan pihaknya, lonjakan kunjungan mulai terlihat beberapa waktu terakhir.
"Pantauan kami, Pantai Glagah 25 Desember ada lima ribu pengunjung," ucap Aris, Jumat (26/12).
Aris menjelaskan, lonjakan wisatawan juga terlihat di Pantai Trisik, Congot, ataupun Mlarangan. Diprediksi kenaikan jumlah kunjungan akan terus meningkat hingga akhir tahun nanti.
Lantaran, telah masuk libur panjang nataru ataupun libut sekolah.
Mengantisipasi lonjakan wisatawan, pihaknya menyiapkan skema pengamanan. Paling utama, mengamankan wisatawan agar tak terseret ombak.
Sejak seminggu lalu, pihaknya telah memasang bendera peringatan di sepanjang pesisir pantai di Kulon Progo. Khususnya, objek wisata yang digemari wisatawan.
Bendera peringatan berwarna merah, digunakan untuk menandai area rawan terseret ombak. Tentu penanda ini, juga dimaksudkan sebagai area RIP Curent. Tujuannya, agar wisatawan berhati-hati dan tidak bermain air di wilayah itu.
Perlu diketahui, area yang sering kali terjadi insiden wisatawan tenggelam terletak di Muara Kali Serang Glagah, dan area RIP Curent Pantai Glagah dan Congot. Lokasi-lokasi itu telah terpasang tanda peringatan, termasuk bendera area berbahaya.
"Di area selatan YIA ada beberapa titik keramaian, kamu rutin berpatroli di sana," ungkapnya.
Munculnya keramaian di sekitar, selatan landasan pacu YIA atau pemecah ombak baru membuat pihaknya rutin meninjau.
Lantaran, pada jam-jam sore kunjungan di area tersebut meningkat drastis. Kebanyakan pengunjung mengincar momen matahari terbenam. Alhasil, pihaknya harus rutin memantau keselamatan pengunjung.
Kendati telah memasang peringatan dan patroli, masih ada pengunjung yang nekat bermain air di area berbahaya. Walau tidak bermain di tengah perairan, pengunjung tetap dalam potensi bahaya.
Menyikapi beberapa pengunjung yang nekat, pihaknya rutin melakukan edukasi.
"Memang masih ditemukan pengunjung yang nekat, terutama yang belum mengenal karakter pantai Kulon Progo," ungkapnya.
Edukasi bagi pengunjung nekat dilakukan dengan cara menghampiri pengunjung.
Di situlah personel akan memberi tahu area bahaya sesuai papan ataupun bendera peringatan.
Personel Satlinmas juga rutin mengumumkan larangan berenang, menggunakanmega phone dari tepi pantai. Utamanya, jika terdapat rombongan wisatawan dari luar daerah. (gas)
Editor : Bahana.