Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Akibat Medsos, Satu Pelajar di Kulon Progo Terpapar Radikalisme dan Terafiliasi ISIS

Anom Bagaskoro • Selasa, 23 Desember 2025 | 23:46 WIB
IKRAR: Ratusan pelajar di Kulon Progo serentak membacakan deklarasi anti judol dan radikalisme. 
IKRAR: Ratusan pelajar di Kulon Progo serentak membacakan deklarasi anti judol dan radikalisme. 

KULON PROGO - Satu pelajar di DIY ditemukan telah terpapar radikalisme dan terafiliasi dalam jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Paham tersebut berhasil masuk akibat pola penggunaan media sosial.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, pelajar tersebut sempat diamankan oleh Densus 88, akibat tergabung dalam grup whatsapp yang beraliran ISIS.

Mengkonfirmasi hal tersebut, Kasatgas Wilayah DIY Densus 88 yang tak ingin namanya disebut, membenarkan temuan tersebut.

Namun, dirinya enggan menyebutkan identitas pelajar tersebut.

Pihaknya hanya menyampaikan fenomena dan penangkapan sejumlah pelajar terpapar radikalisme.

"Tahun 2025 ini, ada 110 anak lebih terrekrut dalam jaringan radikalisme," ucap Kasatgas Wilayah DIY Densus 88, saat ditemui Radar Jogja pasca mengisi materi, di Aula Adikarta, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Selasa (23/12/2025).

Dari 110 anak mayoritasnya merupakan pelajar yang masih duduk dibangku sekolah.

Mulai dari pelajar SMP hingga SMA sederajat.

Mereka tersebar di 23 provinsi di Indonesia, dan mengenal pemahaman radikal melalui game online hingga media sosial.

Secara rinci, Densus 88 juga telah menangani pelajar di DIY yang terpapar kasus radikalisme.

Di tahun 2025 terdapat lima pelajar yang telah mendapat pembinaan diredikalisasi.

Lantaran, kelimanya telah tergabung dalam beberapa grup whatsapp dan medsos yang berpaham radikal.

"Kami hanya bisa menyebutkan yang baru-baru saja, satu pelajar di wilayah DIJ terpapar radikalisme," ucapnya.

Densus 88 berhasil menemukan satu pelajar yang terkena paham radikalisme.

Indikasi radikalisme ditemukan, saat melihat aktivitas media sosial milik pelajar tersebut.

Di gadget pelajar, ditemukan grup whatsapp yang diketahui terafiliasi ISIS.

Tak hanya tergabung dalam grup, pelajar ini diketahui menyebarluaskan konten radikal ke grup whatsapp lain.

Targetnya, merupakan grup whatsapp yang berisi anak-anak ataupun teman sebaya.

Pelajar tersebut diduga melakukan perekrutan anggota grup baru, untuk menyebarluaskan paham radikal.

"Radikalisasinya belum terlalu tinggi, jadi kami bina dan jaga kerahasiannya sesuai regulasi," ungkapnya.

Menurutnya, kejadian radikalisme di kalangan pelajar bersumber dari pola pergaulan di media sosial.

Lantaran, beberapa media sosial seperti twitter (x), instagram, dan tik tok seperti melempar jala.

Remaja dengan aktivitas medsos tinggi, berpotensi terpapar.

Mereka akan diarahkan ke dalam grup whatsapp oleh pelaku.

Dari situlah, pemahaman radikal diperkuat.

Jika telah tertanam di dalam diri, pelajar akan dibawa ke tindakan terorisme.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyebut potensi radikalisme di kalangan pelajar mulai terlihat.

Lantaran, satu pelajar di Kulon Progo terpapar paham radikal melalu media sosial.

"Itu cukup terbatas, silahkan tanya ke densus," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pelajar di Kulon Progo #radikalisme #Medsos #Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko #densus 88 #Terafiliasi ISIS #Siswa terpapar radikalisme #isis