Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Gangguan Jiwa di Kulon Progo Tertinggi se-DIY, Kini Merambah ke Usia Remaja

Anom Bagaskoro • Selasa, 18 November 2025 | 23:14 WIB
SEMENTARA: Pekerja Sosial menunjukkan shelter sementara untuk ODGJ. 
SEMENTARA: Pekerja Sosial menunjukkan shelter sementara untuk ODGJ. 

KULON PROGO - Kasus gangguan jiwa di Kulon Progo Menempati urutan pertama di DIY.

Tak hanya kelompok umur dewasa, temuan kasus gangguan jiwa kini merambah ke usia remaja.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Susilaningsih menyampaikan data terbaru kasus gangguan jiwa.

Terdapat ribuan kasus orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Data 2025, ada 1.460 orang dengan masalah kejiwaan, tertinggi di DIY," ucap Susilaningsih, Selasa (18/11/2025).

Perempuan yang akrab disapa Susi itu, menjelaskan ribuan ODMK telah terdaftar di puskesmas.

Dari 1.460 ODMK, 90% atau 1.300 orang lebih masuk kategori gangguan jiwa berat. Sedangkan sisanya, masih masuk kategori gangguan jiwa ringan.

Pada kasus gangguan jiwa ringan, ODMK biasanya mengalami beberapa gejala.

Misalnya, sering halusinasi, depresi, hingga merasa sedih setiap harinya.

Sedangkan gangguan jiwa berat atau sering disebut Skizofrenia menyebabkan penderitanya mengalami distorsi realitas.

Dampaknya, penderita tak lagi melakukan hubungan sosial.

Hasil skrining faskes milik pemkab, menunjukkan kebanyakan penderita gangguan jiwa berat tak mamou menahan stressor.

Stressor merupakan pemantik awal gangguan kejiwaan.

Jika tak segera ditangani dengan benar, stressor mampu membuat penderitanya masuk ganguan jiwa berat.

"Stressornya macam-macam, paling banyak masalah rumah tangga dan ekonomi," ujarnya.

Secar detil, pihaknya juga menemukan kasus gangguan jiwa ringan yang dialami kelompok usia remaja.

Temuan ini menjadi kajian baru di Dinas Kesehatan Kulon Progo.

Lantaran, kondisi kejiawaan kelompok usia remaja menjadi temuan baru, walaupun hanya kategori ringan.

Hasil temuan menunjukkan, remaja masuk kelompok rentan. Penyebabnya, konsumsi media sosial yang masif.

Di tambah, kasus cyber bullying kerap terjafi. Mengakibatkan ganguan jiwa berupa depresi dapat terjadi.

"Kami ada CKG, dari situ ada skrining kejiwaan, untuk penanganan," unhkapnya.

Upaya pemerintah dalam mengontrol kasus kejiwaan memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG). Dari cek itu, pihaknya dapat melakukan skring awal.

Jika ditemukan penderita, pihaknya akan melakukan penanganan awal. Tujuannya, mencegah gangguan jiwa semakin parah.

Untuk gangguan jiwa berat, RSUD Wates telah dilengkapi ruang rawat inap ODGJ.

Pelayanan obat difokuskan agar penderita dapat sembuh dan kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Kulon Progo Wahyu Widiyanto Seno Aji mrngungkapkan bantuan sosial psikotik.

Pemkab Kulon Progo setiap tahunnya, melakukan penganggaran APBD untuk bantuan psikotik. Terdapat belasan penerima setiap tahunnya.

"Bantuan untuk obat-obatan dan perawatan ODGJ," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#ODGJ #Kulon Progo #usia remaja #Dinas kesehatan Kulon Progo #odmk #DIY #gangguan jiwa #kasus