KULON PROGO - Puncak Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 di Kulon Progo ditandai dengan sejumlah rangkaian kegiatan.
Pada HAB tahun ini, Kantor Kementerian Agama Kulon Progo juga menunjukkan hasil survei indeks harmoni (IH) yang di dapat Bumi Binangun.
Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil menyampaikan, IH Kulon Progo 2024 mencapai angka 81%, atau berpredikat sangat baik.
Indeks ini merupakan sebuah ukuran yang menggambarkan tingkat harmoni dan kerukunan antar kelompok sosial, agama, dan budaya.
IH didapat dari hasil Kemendagri tahun 2024 lalu.
"Menunjukkan masyarakat kulon progo memiliki kerukunan dan toleran," ucap Wahib, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (9/1/2025).
Wahib menyampaikan, kerukunan masyarakat terutama antar umat beragama di Bumi Binangun sangatlah kondusif.
Jarang terjadi masalah sosial, yang menyebabkan perpecahan di masyarakat.
Jika memang terdapat potensi konflik maka akan diselesaikan dengan menengahkan ke musyawarah mufakat.
Terdapat sarana Sonjoku yang difasilitasi Kankemenag sebagai wadah komunikasi umat beragama.
Sonjoku atau silaturahmi obrolan jejaring ormas keagaman Kulon Progo, mewadahi setiap kelompok umat beragama.
Tujuannya, memfasilitasi dan memperkuat silaturahmi.
Pada puncak HAB, Kankemenag juga mengadakan sejumlah kegiatan, diantaranya khataman ASN masal, dan peningkatan sarana X Qiblatku.
Dalam khataman diikuti seluruh perwakilan unit kerja di lingkup Pemkab Kulon Progo.
"Ada 79 peserta khataman, setiap peserta ada yang khatam 2 kali ataupun 1 kali," ujarnya.
Selain khataman, Kankemenag juga melakukan optimalisasi sistem X Qiblatku.
Lantaran, aplikasi X Qiblatku berhubungan dengan pelayanan ke masyarakat.
Hal ini sejalan dengan tema HAB ke-79, yang berhubungan dengan pengabdian.
Peningkatan sistem X Qiblatku, berfokus pada kecepatan dan ketepatan layanan penentuan arah kiblat.
Sebelumnya, dibutuhkan waktu sehari untuk pengajuan pelayanan penentuan arah kiblat.
Kini, melalui peningkatan sistem pembhatan sertifikat dan penentuan tak perlu membutuhkan waktu lama.
"Kalau cuaca bagus bisa 15 menit, karena berhubungan dengan pengukuran matahari," ujarnya.
Peningkatan performa aplikasi diharapkan mampu menjaring lebih banyak pengajuan penentuan arah kiblat.
Lantaran, masih banyak bangunan yang belum tervalidasi arah kiblat.
Selama ini, Kankemenag sudah banyak menentukan arah kiblat pada bangunan lama atau bangunan baru.
Pada bangunan lama biasanya kan kemenag akan memberikan sertifikat dan stiker penunjuk arah. Hal ini dapat dilihat di hotel-hotel maupun rumah ibadah. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva