Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasto Wardoyo Bisa Turun Gunung Nyalon Bupati Kulon Progo, Ketua KPU Sebut Regulasi Memperbolehkan

Anom Bagaskoro • Rabu, 21 Agustus 2024 | 14:45 WIB
BISA MAJU LAGI: Hasto Wardoyo saat menemui beberapa kader di salah satu kegiatan BKKBN di Kulon Progo.ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
BISA MAJU LAGI: Hasto Wardoyo saat menemui beberapa kader di salah satu kegiatan BKKBN di Kulon Progo.ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA


 

RADAR JOGJA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo berpotensi turun gunung mencalonkan kembali sebagai bupati Kulon Progo di kontestasi Pilkada 2024. Secara aturan, regulasi pencalonannya diperbolehkan, walaupun sudah dua kali menjabat.


Hal ini berkaca pada Pasal 19 Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Serta Walikota dan Wakil Wali Kota. Perhitungan satu kali masa jabatan dihitung paling singkat 2,5 tahun atau 2 tahun 6 bulan. Sehingga, kendati telah menjabat dua periode, Hasto Wardoyo berpotensi dapat mencalonkan diri kembali.


Mengonfirmasi hal ini, Radar Jogja meminta pernyataan Ketua KPU Kulon Progo Budi Priyana. "Secara regulasi, selama periode kedua kurang dari 2,5 tahun, maka masih bisa mencalonkan lagi," ucap Budi kepada Radar Jogja Selasa (20/8).


Dilihat dari rekam jejak dokter kandungan itu, periode kedua jabatannya baru diselesaikan kurang lebih 2 tahun 2 bulan. Artinya, dengan dasar regulasi yang ada Hasto memiliki potensi melenggang tanpa terkendala regulasi pencalonan.


Melihat kondisi politik, menjelang babak akhir sebelum pendaftaran calon bupati dan wakil bupati, beberapa koalisi mengalami perpecahan. Ditambah hilangnya bakal calon bupati poros ketiga, Akhmad Basuki yang meningal dunia, semakin menyempitkan pilihan calon. 


Saat ini terdapat dua bakal calon bupati yang tersisa, Novida Kartika Hadi dan Marija. Novida cukup mesra dengan PDIP karena namanya telah muncul ke permukaan dengan mengantongi surat tugas. Sedangkan Marija juga telah mendapat restu untuk pencalonannya.


Namun kedua nama ini belum bersifat final. Lantaran keduanya harus memenuhi beberapa syarat tersisa. Hal ini diutarakan salah satu narasumber tepercaya yang tak ingin disebutkan namanya. "Ada kemungkinan Hasto turun gunung," ungkapnya singkat.


Ia menjelaskan, percaturan elite politik tengah memanas akhir-akhir ini. Bisa saja nama Hasto Wardoyo diusulkan dari PDIP menggeser nama Novida Kartika Hadi (NKH). Sedangkan NKH menghilang dari bursa cabup dan cawabup. Atau NKH membuat pusaran baru kembali, karena ceruk pemilih yang ia miliki cukup banyak.


Munculnya nama Hasto Wardoyo terjadi sejak berpulangnya Akhmad Basuki. Banyak orang menganggap, "Berpulangnya sang Penantang" membuat iklim politik berubah dan kembali kehilangan jalan. Lantaran nama Akhmad Basuki cukup banyak menarik simpati masyarakat akhir-akhir ini.


Menanggapi isu namanya yang akan mencalonkan kembali, Hasto dengan santai menjawab perihal itu merupakan urusan Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu)partainya. Dirinya sama sekali tak menganggap serius perihal pencalonannya.


"Elektabilitas saya tinggi itu wajar, karena saya asli Kulon Progo. Tetapi sekarang sudah banyak calon," ucap Hasto kepada Radar Jogja melalui pesan singkatnya Selasa (20/8).
Sebagai kepala BKKBN RI, Hasto cukup jelas menunggu keputusan presiden mengenai kelanjutannya mengisi kursi di kantornya saat ini.

Sehingga, saat ini ia belum memiliki gambaran jika harus kembali ke Kulon Progo. Namun ia memastikan di mana tempat bekerjanya nanti, Hasto akan fokus pada pembangunan kualitas SDM. (gas/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#KPU #Badan Pemenangan Pemilu #hasto wardoyo #PDIP #Nyalon Bupati Kulon Progo #Pilkada 2020 #gubernur #turun gunung #BKKBN