KULON PROGO - Hujan deras yang melanda Kawasan Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, membuat ruas jalan provinsi mengalami longsor.
Longsor terjadi tepat di Ruas Jalan Dekso-Samigaluh Km 29 Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kamis (28/3).
Hujan lebat membuat jalan ini mengalami amblas dan kemudian longsor.
"Hujan lebat kemarin malam sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB," ucap Joko Martono salah satu warga yang tinggal disekitar longsoran, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (29/3).
Joko menjelaskan, hujan lebat sekitar 4 jam membuat jalan mengalami amblas dan longsor.
Sekitar pukul 20.30 WIB, jalan mengalami longsor dan mengakibatkan sepertiga badan jalan tak bisa dilalui.
Akibatnya, kendaraan bermotor hanya bisa menggunakan satu sisi jalan.
Ketika longsoran terjadi, Joko mendapat kabar dari anaknya.
Setelah itu, ia menuju rumah dan memastikan kondisi jalan yang mengalami longsoran, yang berada di dekat rumahnya. Joko kemudian menghubungi pihak terkait.
Selanjutnya, karena telah dihubungi BPBD langsung menerjunkan tim.
Selain itu, dari kepolisian setempat juga memasang police line, disekitar area longsor.
"Dari warga sekitar mengamankan jalan hingga pagi hari, karena kondisi jalan cukup rawan," ucap Joko.
Joko menuturkan, warga berinisiatif menjaga jalan, karena melihat kondisi jalan yang relatif ramai.
Ada kemungkinan terjadi kecelakaan akibat penyempitan jalan akibat longsoran.
Terlebih, letak jalan longsor berada di posisi blind spot, karena adanya 2 belokan yang mengapit longsoran.
Sehingga apabila kendaraan melaju dengan cepat akan menyebabkan kecelakaan.
Menurutnya, keberadaan jalan ini merupakan satu-satunya akses warga sekitar. Apabila tak kunjung diperbaiki akan berimbas pada aktivitas masyarakat.
Terlebih, jalan tersebut merupakan jalan alternatif menuju Purworejo dan Magelang.
"Sebelumnya jalan pernah mengalami longsor namun bukan dititik ini," ucap Joko.
Joko menjelaskan, beberapa kali jalan rusak akibat tanah di bawah jalan mengalami longsor.
Terdapat 2 titik terdekat di sebelah timur, yang sebelumnya mengalami hal yang sama. Namu, jalan tersebut segera diperbaiki.
Selain berimbas pada akses masyarakat, Joko menjelaskan, longsoran menimpa area persawahan yang berada tepat di bawah jalan.
Sekitar 10 meter persegi lahan persawahan tertutup longsoran. Yang mengakibatkan terganggunya kegiatan pertanian.
Sementara itu, Kordinator Lapangan Bidang Bina Marga DPUPESDM DIY Sigit menjelaskan, pihaknya akan segera menangani kasus longsoran tersebut.
Saat kejadian pihaknya mendapat informasi dari warga, dan esok harinya langsung menuju titik longsoran.
"Segera diselesaikan, besok pagi sudah mulai pekerjaannya," ucap Sigit, saat ditemui Radar Jogja di lokasi longsor, Jumat (29/3).
Sigit menjelaskan, pihaknya menargetkan perbaikan rampung sebelum lebaran. Mengingat jalur tersebut merupakan jalur akses menuju Purworejo.
Terlebih merupakan jalur wisata yang mudah dijangkau oleh kendaraan roda 4.
Penyelesaian yang ditargetkan sebelum lebaran, juga salah satu cara agar jalan dapat siap digunakan saat mudik lebaran.
Kemungkinan besar, selama mudik jalan tersebut akan dilalui banyak kendaraan.
Untuk hari biasa, Jalan Dekso-Samigaluh tak sepadat, Jalan Dekso-Klangon.
Kendati demikian, saat lebaran kenaikan angka kendaraan akan meningkat.
"Hari biasa traffic-nya hanya sekitar ratusan kendaraan, baik masyarakat sekitar maupun luar," ucap Sigit.
Sigit menjelaskan, panjang longsoran berkisar 10 meter dengan ketinggian tebing 10 meter.
Nantinya longsoran tersebut akan diperbaiki dengan membuat tanggu berbahan pasangan batu kali, dengan penggunaan bereman untuk memperkokoh tanggul.
Sigit menuturkan, untuk saat ini pihaknya menyiapkan rambu agar pengguna jalan memelankan laju kendaraannya agar tak terperosok di bekas longsoran.
Mengingat letak longsoran yang diapit dua belokan sehingga sulit dilihat pengguna jalan.
"Dipasang rambu agak jauh, agar pengguna jalan memelankan laju kendaraan," ucap Sigit.
Ia juga mengimbau agar pengguna jalan, khususnya masyarakat untuk berhati-hati selama mepewati daerah tersebut.
Terlebih saat malam hari, karena terbatasnya pandangan mata. (cr7)
Editor : Amin Surachmad