Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Unik: Mengapa Sidik Jari Setiap Manusia Tidak Pernah Sama?

S
Penulis: Seli Sulistiani❯
Ilustrasi sidik jari manusia.
Ilustrasi sidik jari manusia.

Advertisement

 RADAR JOGJA - Sidik jari merupakan salah satu identitas alami yang dimiliki setiap manusia. Menariknya, hingga saat ini tidak ada dua orang di dunia yang diketahui memiliki pola sidik jari yang benar-benar identik, bahkan pada pasangan kembar identik sekalipun.

Sidik jari mulai terbentuk saat janin berusia sekitar 10 hingga 16 minggu di dalam kandungan. Polanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan kondisi lingkungan di dalam rahim, seperti tekanan, posisi janin, hingga aliran cairan ketuban. Kombinasi tersebut membuat setiap sidik jari berkembang dengan pola yang berbeda.

Secara umum, sidik jari memiliki tiga pola utama, yakni “loop (melengkung), “whorl” (berputar), dan “arch”(melengkung sederhana). Meski pola dasarnya sama, detail berupa garis dan percabangannya tetap berbeda pada setiap individu.

Keunikan inilah yang membuat sidik jari dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari identifikasi kependudukan, penyelidikan forensik, hingga sistem keamanan pada perangkat elektronik seperti ponsel pintar dan komputer.

Para ahli forensik menilai sidik jari menjadi salah satu metode identifikasi paling akurat karena polanya bersifat permanen. Setelah terbentuk sejak dalam kandungan, pola tersebut umumnya tidak berubah sepanjang hidup, kecuali mengalami cedera yang merusak lapisan kulit secara permanen.

Advertisement

Selain menjadi alat identifikasi, sidik jari juga menunjukkan betapa uniknya setiap manusia. Meski memiliki kemiripan secara fisik dengan orang lain, setiap individu tetap memiliki ciri khas yang tidak dapat disamakan, termasuk melalui pola sidik jarinya.

Seli Sulistiani

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PPPK Sleman Ditemukan Tewas dengan Sayatan di Leher, Polisi Sebut Tak Ada Sidik Jari pada Pisau

PPPK Sleman Ditemukan Tewas dengan Sayatan di Leher, Polisi Sebut Tak Ada Sidik Jari pada Pisau

Seorang pria berinisial S ditemukan dalam kondisi tewas di rumahnya di Padukuhan Topadan, Margoagung, Seyegan Jumat (15/5). Pria 48 tahun ini disebut merupakan salah satu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)

5 Fakta Unik Tubuh Manusia Bikin Tercengang! Salah Satunya Tinggi Badan Lebih 1 cm di Pagi Hari

5 Fakta Unik Tubuh Manusia Bikin Tercengang! Salah Satunya Tinggi Badan Lebih 1 cm di Pagi Hari

tubuh kita menyimpan rahasia biologis yang jauh lebih menakjubkan daripada apa yang tampak di cermin? Di balik aktivitas harian yang kita jalani, mesin biologis ini bekerja dalam skala yang begitu presisi sekaligus...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer