Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bara di Dalam Gelas: Filosofi dan Cita Rasa Kopi Joss Khas Jogja

Bahana. • Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:10 WIB

kopi joss
kopi joss
RADAR JOGJA- Jika Anda pernah berjalan-jalan malam di Yogyakarta dan menyambangi angkringan pinggir jalan, kemungkinan besar Anda pernah melihat sekilas gelas kopi berisi bara arang menyala.

Itulah Kopi Joss, minuman khas Jogja yang unik dan legendaris karena cara penyajiannya yang tak biasa yaitu dengan mencelupkan bongkahan arang panas ke dalam kopi hitam yang baru diseduh.

Asal-usul Kopi Joss dimulai di angkringan Lik Man (atau Lek Man) yang berada di dekat Stasiun Tugu Yogyakarta.

Pada awalnya, pelanggan yang berasal dari Jawa Timur sering memesan kopi kothok kopi yang direbus bersama gula dan air namun pemilik angkringan ini kemudian bereksperimen dengan menambahkan arang panas ke dalam kopi. Dari situlah bunyi “joss” menjadi bagian dari identitas minuman ini.

Nama “Joss” sendiri berasal dari suara mendesis yang dihasilkan ketika arang panas bersentuhan dengan cairan kopi.

Proses itu tidak hanya menciptakan efek visual dan auditif yang dramatis, tetapi juga dipercaya memberi aroma dan karakter rasa yang khas pada kopi tersebut.

Pembuatan Kopi Joss terbilang sederhana namun memerlukan keberanian dan keterampilan.

Kopi bubuk diseduh dengan air panas dan gula terlebih dahulu, kemudian arang yang masih menyala diselipkan ke dalam gelas kopi tersebut.

Arang ini melepas panas serta sensasi hangat dan sedikit asap ke dalam minuman.

Karena keunikan itulah, Kopi Joss bukan sekadar kopi biasa, melainkan bagian dari budaya nongkrong dan warung angkringan di Jogja.

Ia banyak dijual di angkringan sepanjang malam, terutama di sekitar pusat kota dan kawasan Malioboro.

Dari sisi harga, Kopi Joss dikenal sangat terjangkau. Di angkringan, satu gelas Kopi Joss sering dijual hanya sekitar Rp 5.000 hingga belasan ribu rupiah, tergantung varian (kopi hitam atau kopi susu).

Karena harganya murah, minuman ini akrab dinikmati oleh masyarakat luas, dari pelajar hingga wisatawan.

Pada tahun 2024, Kopi Joss diresmikan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan RI, sebagai bentuk pengakuan bahwa minuman ini bukan hanya konsumsi biasa, tetapi bagian dari identitas budaya dan tradisi masyarakat Yogyakarta

Bagi Anda yang berkunjung ke Jogja, menikmati secangkir Kopi Joss di tengah malam, ditemani gending angkringan dan suara kota, adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan.

Tradisi ini terus hidup dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi lambang bahwa dalam kesederhanaan, inovasi dan identitas bisa saling berpadu kuat.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#kopi joss