RADAR JOGJA - Kue Mino adalah salah satu kue khas yang berasal dari daerah Banyumas, Jawa Tengah.
Kue ini memiliki cita rasa manis yang khas, dengan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Nama "Mino" sendiri merupakan singkatan dari "Mini Nopia," karena ukurannya yang lebih kecil dibandingkan dengan kue Nopia yang asli.
Proses Pembuatan Kue Mino
Bahan dan proses pembuatan kue Mino dan Nopia pada dasarnya serupa. Perbedaannya terletak pada ukuran kedua kue tersebut.
1. Pembuatan Adonan
Adonan dasar Mino dibuat dengan mencampurkan tepung terigu, minyak goreng, dan air hingga menjadi adonan yang kalis. Adonan ini kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil.
2. Pengisian dan Pembentukan
Setiap bola adonan ditekan di bagian tengahnya untuk membuat ruang bagi isian. Masukkan isian ke dalamnya, bisa gula merah, cokelat, durian, nanas, dan lainnya. Kemudian adonan ditutup dan dibulatkan kembali.
3. Proses Pemanggangan
Kue-kue yang sudah terbentuk kemudian ditempelkan pada dinding gentong yang terbuat dari tanah liat sebagai ovennya.
Tungku gentong dari tanah liat ini dapat menjaga suhu dengan stabil dan dianggap lebih unggul dibandingkan dengan oven modern yang menggunakan gas atau listrik sebagai bahan bakarnya.
Gentong ini juga dapat menampung hingga ratusan mini mopia.
Mini nopia umumnya dipanggang selama sekitar 15 menit dan diambil menggunakan alat sodetan besi.
Setelah diangkat dari perapian, kue ini dibiarkan sejenak terkena angin untuk meningkatkan kerenyahan kulitnya.
Proses pembuatannya yang tradisional dan cita rasanya yang khas menjadikan kue ini salah satu oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Banyumas.
Jika Anda mencari camilan yang berbeda dengan rasa otentik khas Jawa Tengah, kue Mino adalah pilihan yang sempurna. *
(Tina Yuliyanti)
Editor : Iwa Ikhwanudin