Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Less Sugar vs Cut Sugar: Mana yang Lebih Sesuai dengan Kebutuhanmu?

Bahana. • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi Gula.
Ilustrasi Gula.

Belakangan ini, kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih semakin meningkat. Less sugar berarti mengurangi konsumsi gula secara signifikan dari kebiasaan harian.

Minuman manis dikurangi frekuensinya, camilan tinggi gula diganti dengan pilihan lebih sehat. Sementara itu, cut sugar adalah eliminiasi total gula tambahan dari pola makan.

Tidak ada gula dalam minuman, tidak ada camilan manis kemasan, tidak ada kue atau permen. Hanya gula alami dari buah dan makanan utuh yang masih diperbolehkan.

Less sugar cocok untuk orang yang ingin hidup lebih sehat, menurunkan berat badan, atau mengatasi obesitas.

Orang yang terbiasa mengonsumsi gula berlebih akan kesulitan jika tiba-tiba harus berhenti total.

Risiko kegagalan dan kembali ke pola lama sangat tinggi. Oleh karena itu, dengan mengurangi asupan secara bertahap, tubuh memiliki waktu beradaptasi tanpa stres berlebihan.

Bagi penderita obesitas, less sugar lebih disarankan. Obesitas membutuhkan perubahan gaya hidup dalam jangka panjang.

Melakukan cut sugar total akan berpotensi membuat frustasi dan berakhir menyerah di tengah jalan.

Ketika menerapkan less sugar dapat memberi ruang untuk tetap menikmati hidup. Sesekali makan kue atau minuman manis tidak akan merusak progress secara keseluruhan.

Cut sugar total sebenarnya lebih tepat untuk kondisi medis tertentu, bukan sekadar pilihan gaya hidup.

Penderita diabetes, terutama yang kadar gula darahnya tidak terkontrol, memerlukan eliminasi gula tambahan secara ketat.

Dalam kondisi seperti ini, gula bukan lagi soal berat badan atau penampilan, tetapi risiko kesehatan serius.

Dokter biasanya akan merekomendasikan diet ketat dengan pantangan gula tambahan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Banyak orang tanpa kondisi medis yang memaksakan diri untuk cut sugar karena mengikuti tren atau melihat orang lain berhasil.

Padahal, setiap tubuh berbeda dan memiliki kebutuhan berbeda pula. Memaksakan cut sugar tanpa kebutuhan medis seringkali berakhir dengan kegagalan.

Setelah beberapa minggu bertahan, seseorang bisa saja kalap dan kembali mengonsumsi gula dalam jumlah besar.

Yang lebih bijak adalah mengenali kondisi diri sendiri. Jika tujuannya hanya menurunkan berat badan atau hidup lebih sehat, less sugar sudah lebih dari cukup. Tidak perlu ekstrem jika memang tidak diperlukan.

Bagi yang ingin memulai mengurangi gula, langkah pertama adalah mengenali sumber gula utama dalam pola makan harian.

Ganti minuman manis dengan air putih, teh tanpa gula, atau infused water. Untuk camilan, pilih buah segar, kacang-kacangan, atau yogurt tanpa pemanis.

Less sugar dan cut sugar memiliki tempatnya masing-masing. Untuk mayoritas orang yang ingin hidup lebih sehat dan menurunkan berat badan, less sugar adalah pilihan paling realistis dan berkelanjutan.

Sementara cut sugar lebih tepat untuk kondisi medis tertentu yang memerlukan kontrol gula ketat.

Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa

Editor : Bahana.
#gula #hidup sehat #diabetes #sugar