RADAR JOGJA - Tepung tapioka atau biasa dikenal dengan tepung kanji adalah tepung yang berasal dari singkong, tepung ini dapat membuat makanan lebih kenyal.
Banyak sekali jajanan yang berbahan dasar tepung tapioka, seperti cimol, cilok, dan cireng.
Tapi apakah mengonsumsi jajanan berbahan dasar tepung memiliki efek samping jika dikonsumsi terlalu sering atau secara berlebihan?
Berikut beberapa efek samping dan alasan kenapa tepung tapioka tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu sering.
1. Tinggi Kalori
Tepung tapioka memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, dengan komposisi utama berupa karbohidrat dan sangat sedikit nutrisi lain.
Karena kandungan gizinya yang rendah, konsumsi tepung tapioka sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan.
Setiap 100 gram tepung tapioka mengandung sekitar 200 kalori, hampir setara dengan tepung terigu yang memiliki sekitar 204 kalori per 100 gram.
Selain itu, tepung tapioka juga mengandung 42–45 gram karbohidrat dan sangat rendah lemak.
Kandungan karbohidrat yang tinggi tersebut dapat menyebabkan penumpukan energi dalam tubuh jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.
Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi meningkatkan risiko kegemukan atau obesitas.
2. Rendah Serat , Vitamin, dan Mineral
Tepung kanji atau tepung tapioka, jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat menimbulkan efek samping karena kandungannya rendah serat, vitamin, dan mineral.
Padahal, serat berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu mengontrol berat badan.
Sementara itu, vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi penting, termasuk menghantarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Dalam setiap 100 gram tepung tapioka, kandungan zat besinya tidak mencapai 1 mg jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan tepung terigu yang mengandung sekitar 2 mg zat besi per 100 gram.
3. Tinggi Zat Aditif
Tepung tapioka bisa berbahaya bagi kesehatan karena tinggi zat aditif.
Berbagai olahan tepung yang banyak dijual di dekat sekolahan dan pinggir jalan sering kali ditambahi dengan perasa bubuk dan saus dan bahan tambahan lainnya agar lebih gurih dan menarik.
Zat aditif dalam tepung tersebut mengandung garam yang tinggi dan kurang baik untuk tubuh, karena dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Terlebih makanan ini dikonsumsi dari kecil, akan meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami hipertensi di kemudian hari.
Efek samping dari makanan olahan berbahan dasar tepung tapioka dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kandungan karbohidrat yang tinggi dan rendahnya nilai gizi pada tepung tapioka dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti peningkatan berat badan, kadar gula darah tinggi, hingga risiko penyakit jantung.
Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan yang berbahan dasar tepung-tepungan dan mulailah beralih ke pilihan yang lebih sehat, seperti buah-buahan, sayuran, serta sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat dan nutrisi.
Pola makan seimbang akan membantu menjaga kebugaran tubuh dan mencegah berbagai penyakit. (Priskila)
Editor : Meitika Candra Lantiva