RADAR JOGJA - AB termasuk golongan darah yang langka.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, kelangkaan ini terjadi di Indonesia dan Amerika Serikat.
Dari 274 juta orang di Indonesia, hanya sekitar 3 juta orang dengan golongan darah AB.
Namun, golongan darah AB dapat menerima darah secara universal.
Untuk memungkinkan pemilik golongan darah AB untuk menerima donor darah dari individu dengan golongan darah apa pun.
Resiko terkena penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang paling umum di antara golongan darah AB.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemilik golongan darah AB 23 persen lebih berisiko terkena penyakit jantung daripada pemilik golongan darah B dan O.
Penyakit jantung dapat menyerang siapa saja seiring bertambahnya usia, terutama dengan pola hidup yang tidak sehat, tetapi penyebabnya masih belum diketahui.
Perempuan dengan golongan darah AB lebih rentan mengalami preeklamsia saat hamil, terutama pada wanita dengan tekanan darah tinggi.
Pada perempuan dengan golongan darah O, yang memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami preeklamsia, hal ini cukup berbeda.
Meskipun penelitian ini menunjukkan bahwa ini tidak benar, preeklamsia masih dapat dipicu oleh faktor risiko tambahan, seperti hamil di atas usia 35 tahun, menjalani hamil kembar, atau menderita diabetes atau penyakit ginjal.
Orang dengan golongan darah AB tidak perlu memperhatikan pola makan tertentu; namun, mereka harus mengonsumsi makanan yang bervariasi dan bergizi seimbang.
Mereka juga harus mengurangi asupan daging merah karena dianggap meningkatkan lemak darah dan penyakit jantung.
Meskipun jarang dimiliki, golongan darah AB dapat menerima transfusi darah dari golongan darah apa pun.
Mereka yang memiliki golongan darah AB mungkin memiliki karakeristik yang mirip dengan golongan darah A dan B karena mereka memiliki antigen A dan B.
Mereka juga dapat mengikuti diet yang mirip dengan golongan darah A dan B. (Renal Fabriansyah/Radar Jogja)
Baca Juga: MA Tolak PK Kedua Bank BPD DIY, Gubernur Minta Putusan Pengadilan Dipatuhi
Editor : Meitika Candra Lantiva