Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mana yang Lebih Baik? Garam Himalaya vs Garam Dapur, Yuk Simak Penjelasannya...

Fatimah Rizqi Zanjabil • Jumat, 26 Januari 2024 | 04:10 WIB

Garam Himalaya dan Garam dapur dengan perbedaannya
Garam Himalaya dan Garam dapur dengan perbedaannya
RADAR JOGJA – Garam, merupakan salah satu bahan penyedap masakan yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, hingga kini kerap menjadi subyek perdebatan dalam dunia kesehatan.

Adapun dari dua jenis yang sering dipilih adalah Garam Himalaya dan Garam Dapur biasa.

Namun, manakah yang sebenarnya lebih baik untuk kesehatan? Mari simak ulasan berikut ini untuk mengetahui perbandingan keduanya.

Garam Himalaya

Garam Himalaya merupakan garam yang secara alami berwarna merah muda. Garam ini berasal dari tambang Khewra di daerah Pegunungan Himalaya di Pakistan.

Beda dengan garam umumnya yang berasal dari laut.

Garam Himalaya dihasilkan secara alami tanpa proses pengawetan dan penjernihan, karenanya garam Himalaya dipercaya lebih aman dan bebas dari zat aditif ketimbang garam laut biasa.

Adapun kandungan utama garam Himalaya ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan garam laut, yakni natrium klorida.

Secara umum, garam ini memuat 84 persen natrium klorida, sementara garam laut memuat hingga 98 persen natrium klorida.

Menurut Healthline, garam Himalaya memiliki kandungan mineral lebih besar daripada garam laut.

Kandungan mineral tersebut antara lain kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi.

Garam Dapur

Garam dapur dihasilkan melalui proses penguapan air laut yang kemudian diolah menjadi kristal garam.

Selanjutnya kristal garam tersebut melalui proses pemurnian guna menghilangkan unsur mineral selain natrium klorida yang merupakan unsur utama dalam garam.

Walaupun mengkonsumsi garam dapur dianggap kurang baik lantaran dapat memicu tekanan darah tinggi, namun secara umum tubuh memerlukan garam untuk menjaga keseimbangan kadar elektrolit dan cairan tubuh, memperlancar hantaran listrik pada saraf, serta berperan dalam kontraksi otot.

Singkatnya, kandungan natrium pada garam dapur lebih tinggi, dibandingkan dengan garam Himalaya yang memiliki kandungan mineral lain yang lebih tinggi.

Untuk perbandingan, 1 gram garam meja mengandung 381 miligram natrium dan 0,01 miligram zat besi. Sedangkan 1 gram garam Himalaya mengandung 368 miligram natrium dan 0,03 miligram zat besi.

Kendati demikian, garam Himalaya dapat dijadikan solusi oleh para penderita hipertensi yang perlu mengurangi asupan garam. Sebab, kandungan natriumnya lebih rendah dibanding garam biasa.

Jadi Mana yang Lebih Baik ?

Baca Juga: Kelurahan dan Kecamatan Lebih Sat Set dalam Antar Jemput Pasien, Pemkab Magelang Beri Bantuan Ambulans, Segini Jumlahnya...

Sebagai kesimpulan, garam Himalaya secara garis besar memang sedikit berbeda dengan garam meja biasa.

Akan tetapi, adanya perbedaan ini tidak lantas menjadikan garam Himalaya lebih unggul dari garam biasa untuk faktor kesehatan.

Penting untuk diingat bahwa konsumsi garam secara berlebihan, apa pun jenisnya, dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk memahami kebutuhan garam yang tepat untuk kondisi kesehatan Anda.

Editor : Bahana.
#garam himalaya #sehat #garam dapur