RADAR JOGJA- Sekilas bentuknya mirip buah naga. Tapi ini versi mininya. Namanya bunga Rosela.
Warnanya merah marun cerah, sangat komplementer dengan daunnya yang hijau.
Rosela memiliki nama ilmiah Hibiscus Sabdariffa, masuk dalam keluarga bunga yang berasal dari Benua Afrika.
Namun Rosela juga terkenal di berbagai belahan dunia. Seperti di Mesir, Jamaika, India, Thailand, Kongo, Arab, Mesiko, Inggris, Amerika dan lain sebagainya.
Tumbuhan seukuran ruas jari tangan ini, umumnya di Afrika, digunakan sebagai bahan makanan seperti jeli dan selai.
Rosela dapat dikonsumsi karena rasanya enak dan khas.
Tiongkok, Thailand dan Sudan merupakan tiga negara produsen bunga Rosela. Namun di masing-masing negara, Rosela tumbuh berbeda dari segi kualitas dan kuantitasnya.
Di Indonesia, sebutan bunga Rosela ada beragam. Ada yang menyebutnya tanaman asam kumbang, asam susur, asam paya atau rosella (double "L").
Selain cantik untuk dijadikan penghias halaman rumah, ternyata tumbuhan satu ini punya khasiat bagi kesehatan tubuh.
Bisa diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin di musim panas. Tujuannya menyegarkan badan.
Lalu apa saja kandungan Bunga Rosela?
Kandungan yang terdapat pada bunga Rosela terletak pada kelopak bunganya yang merah.
Karena mahkotanya dan menghasilkan berbagai zat seperti, flavonoid, antosianin, katekin, Vitamin C, A, B1, B2 carotenoid.
Selain itu juga ada zat asam organik, saponin, alkaloid, protein esensial, kalsium, 18 jenis asam amino, arginina dan lignin.
Kandungan -kandungan tersebut yang menjadikan bunga Rosela memiliki manfaat bagi manusia di antaranya:
- Tinggi anti oksidan
- Baik untuk penderita kanker
- Melawan radikal bebas
- Menjaga kesehatan kulit
- Mengurangi efek penuan kulit
- Mengatasi peradangan dan iritasi
- Memperbaiki saluran pencernaan
- Baik untuk penurunan berat badan, dan lain-lain.
Jenis rosela yang identik dijadikan minuman, makanan ataupun obat adalah jenis Rosela Merah dan Rosela Ungu.
Cara konsumsi bunga Rosela pun sangat beragam. Setelah proses pencucian bisa langsung diseduh dengan air panas selama 30 menit.
Ataupun bisa juga dengan proses pengeringan lalu diseduh dengan air panas.
Semua ini dilakukan hingga air seduhan berwarna merah anggur khas rosela, sehingga siap dikonsumsi.
Namun jika warna tidak terlalu muncul ataupun pudar maka zat aktif dalam Rosela berkurang termasuk khasiat menjadi berkurang bahkan bisa hilang.
Warna merah dan ungu cerah pada Rosela, kunci mujarab sebagai obat. (Putri Hannna)