"Jika arus mudik itu lintasan dan yang parkir dis ini ada 112 unit per hari dari pagi hingga sore. Kalau arus baliknya, bisa sekitar 200-300 unit per hari," sebut Ketua Paguyuban Agen Bus Malam (Pabima) Terminal Jombor Enggar Dwi Setyo Panjono.
Artinya, ada penambahan unit bus bantuan arus mudik yang angkanya hampir 200 persen dari jumlah Perusahaan Otobus (PO) yang ada di Terminal Jombor.
Persiapan arus balik tak jauh beda dari arus mudik. Unit yang diutamakan, penumpang dari barat atau arah Sumatera menuju ke timur atau Jogjakarta. "Jadi unit (bus AKAP Sumatera, Red) mengantarkan para pemudik ke Jakarta dulu, baru ke Jogja. Kemudian bus langsung balik ke Sumatera lagi tanpa penumpang. Hal itu yang menyebabkan harga tiket mahal," beber Enggar.
Pemudik dari Jakarta menuju Jogja dimungkinkan akan tiba di Jogja (Terminal Jombor) pada 19-20 April. "Favoritnya arus balik itu ya di tanggal 25 atau 26. Karena 27 april cuti sudah habis," ungkap Enggar.
Kendati begitu, kriteria penumpang yang memilih arus balik pada tanggal-tangal tersebut dapat dipastikan, golongan pekerja kantoran. Selanjutnya, untuk penumpang dari kalangan pedagang, biasanya memilik balik antara 30 April hingga 1 Mei. "Biasanya (pemudik Sumatera, Red) sampai dua minggu (di kampung halaman, Red). Sebab setelah hari raya masih ramai," sebutnya.
Kasi Pengelolaan Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Yunarti mengatakan, belum dapat memprediksi berapa penumpang bus pada arus balik. Hanya saja, disebutnya akan terjadi lonjakan. "Untuk kedatangan yang masuk ke terminal (Jombor, Red) belum bisa dipastikan. Karena juga banyak (penumpang, Red) yang turun di luar terminal, atau lokasi-lokasi terdekat dengan tempat tinggalnya," ujar Yunarti. (mel/eno) Editor : Editor Content