Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengatakan, peringatan Sumpah Pemuda sejatinya merupakan pesan ke seluruh pemuda. Khususnya yang berada di Kota Jogja. Mereka agar termotivasi mengisi kemerdekaan dengan beragam hal positif. “Terutama yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pemuda,” ucap Budi sela acara.
Budi berharap, pemuda terdorong meneguhkan Jogja sebagai Kota Pelajar. Citra kota pendidikan identik dengan pusatnya pengembangan pemuda. Dikatakan, pemuda memiliki energi luar biasa. Ini mendorong instansi terus berkomitmen memberikan ruang bagi pemuda.
Mereka diharapkan mengekspresikan kemampuan dan menyalurkan bakatnya. Dengan demikian, pemuda memiliki nilai tambah. “ Meningkatkan kemampuannya menjadi lebih baik,” ajak Budi.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus ekspresi terhadap potensi pemuda, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja menggelar beragam kegiatan. Antara lain Expo Karya Pemuda, Pemuda Jogja Mencari Bakat #5, dan Gebyar Sumpah Pemuda. “
Selama tujuh hari dibuka ruang pamer bagi pemuda wirausaha memasarkan produknya di Mal Malioboro. Selain itu, ada kesempatan mengekspresikan diri di bidang seni. Di antaranya seperti bernyanyi, seni rupa, dan musik.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Sumadi mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Sumpah Pemuda tersebut. Dia mengajak pemuda memperkuat komitmen untuk bersama-sama menjaga kesatuan dan keteguhan demi kemajuan bangsa. “Saya berharap semangat kepemudaan di Kota Jogja bisa terus dibangkitkan. Bahkan menjadi contoh bagi pemuda lain di Indonesia,” tegas Sumadi.
Mantan Inspektur DIY itu menyoroti tema acara “Bersatu Membangu Bangsa”. Sebenarnya tema itu bukan hanya untuk pemuda. Tapi juga berlaku bagi semua elemen bangsa. Namun demikian, Sumadi sekali lagi mewanti-wanti agar pemuda agar berkontribusi lebih banyak mengisi kemerdekaan. “Pemuda harus siap kerja keras, iklas dan tuntas,” pinta alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia ini. (fat/kus) Editor : Editor Content