Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Luncurkan Sentra IKM, Kejar Target 2022 Hingga 30 IKM

Editor News • Kamis, 29 September 2022 | 22:56 WIB
DUKUNG : Kepala DPKUKM Kota Jogja meluncurkan sentra-sentra IKM di Kemantren Ngampilan, Kamis (29/9). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
DUKUNG : Kepala DPKUKM Kota Jogja meluncurkan sentra-sentra IKM di Kemantren Ngampilan, Kamis (29/9). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM (DPKUKM) kembali meluncurkan sentra-sentra IKM di sejumlah Kemantren di Kota Jogja. Terdiri dari Sentra Bakpia dan Rajut Kemantren Ngampilan, Sentra Jajan Pasar Kemantren Gondomanan, dan Kerajinan Tas dan Batik Ecoprint Kemantren Gedongtengen.

Kepala DPKUKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo menargetkan 30 sentra IKM sepanjang 2022. Sebelumnya sentra IKM di beberapa kemantren telah berhasil diluncurkan. Peluncuran dilakukan bersamaan pada kemantren yang letaknya berdekatan.

Simbolis sentra IKM pertama berlangsung di Kemantren Umbulharjo, kedua di Kotagede dan Pakualaman. Disusul Kemantren Wirobrajan dan Manterijeron. Tri mengatakan hingga saat ini masih ada dua kali peluncuran yang tersisa.

"Launching ini sebenarnya langkah awal. Kami ingin menyampaikan kepada pemangku kepentingan bahwa di Kota Jogja sudah ada sentra-sentra IKM dengan berbagai produknya," jelasnya saat ditemui di Kantor Kemantren Ngampilan, Kamis (28/9).

Dia menambahkan, kedepan semua IKM di Kota Jogja akan berbasis sentra. Didalamnya terdapat kepengurusan seperti ketua dan bendahara.
Menurutnya hal ini dapat memudahkan upaya intervensi pemberdayaan. Tentunya juga pengembangan para IKM.

"IKM itu sudah berbasis sentra, tidak berbasis parsial, sendiri-sendiri. Akan lebih memudahkan. Sehingga Kota Jogja akan lebih fokus di dalam melakukan pembinaan," katanya.

Dia berharap gelaran peluncuran sentra IKM ini akan menumbuhkan sentra-sentra IKM yang lainnya. Targetnya suatu wilayah yang memiliki produk atau usaha sejenis dengan minimal 5 anggota. Untuk kemudian dimotivasi menjadi sentra IKM.

"Tapi tidak serta merta kita bentuk sentra. Kami bina dulu, namanya rintisan sentra. Kalau itu sudah layak kelembagaannya dan IKM nya siap untuk kita dorong, baru kita bentuk sentra," ujarnya.

Ketua Sentra Sekar Rajut Kemantren Ngampilan Kasuma mengatakan pihaknya memiliki 13 anggota. Masing-masing memiliki spesialisasi berbeda-beda. Misalnya ada yang khusus membuat dompet, sepatu, topi, ataupun rompi.

Dia mengaku sejak Sekar Rajut berdiri tahun 2017, Pemkot Jogja selalu memberikan perhatian. Beberapa diantaranya adalah pendampingan dan pelatihan.

"Kami berterima kasih sekali. Banyak yang kami dapat. Diantaranya ikut pameran yang ada di Jogja maupun luar Jogja. Pelatihan, pendampingan, sampai kami bertahan hingga sekarang juga berkat bantuan dari dinas," katanya.

Ketua Sentra Bakpia Laris Manis Kemantren Ngampilan Joni Purwantoro juga mengungkapkan hal serupa. Peluncuran sentra IKM ini menurutnya semakin mengenalkan bakpia asli Pathuk kepada masyarakat. Hal ini mengingat banyaknya persaingan bakpia di Kota Jogja.

Joni menambahkan, sentra bakpia Laris Manis terdiri dari 20 anggota. Sementara ada dua sentra lainnya yakni Sumekar dengan 50 anggota dan 711 dengan 20 anggota.

"Berkat promo, banyak masyarakat yang akhirnya tahu kalau Kemantren Ngampilan ini sentra UKM yang bergerak di bidang makanan. Masyarakat juga diharapkan bisa mengenal di Pathuk ini adalah sentra bakpia pertama dan yang asli yang ada di sini," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Oleh-oleh khas #DPKUKM Kota Jogja #UMKM Jogja #Sentra IKM Jogja