RADAR JOGJA - Permintaan jasa penggilingan daging meningkat, imbas dari momentum Idul Adha. Salah satunya terjadi di Pasar Serangan, Jogja.
Pantauan Radar Jogja di Pasar Serangan Senin (11/7), banyak warga antre hingga mengular di salah satu kios jasa penggilingan daging. Masyarakat berbondong membawa daging kurbannya untuk digiling.
Salah satu Pemilik Jasa Penggilingan Daging Pasar Serangan, Sulistyaningsih Darumaning Utami mengatakan, berapapun permintaan menggiling diterima, dari minimal 1 kilogram (kg).Terbanyak 25 kg hingga lebih dari 100 kg daging. “Sejak Sabtu, sampai hari ini (kemarin, Red) ," katanya ditemui di Pasar Serangan.
Tia sapaan akrabnya itu menjelaskan peningkatan permintaan penggilingan daging dilihat dari durasi operasional kiosnya. Biasanya jasa penggilingan daging buka mulai dini hari pukul 03.00 hingga 08.00. Saat ini momen Idul Adha, buka dari 03.00 hingga 19.30. "Ini sangat signifikan naiknya. Pemesanan reguler masih jalan, dari jam tiga pagi, sekarang biasanya sudah tutup tapi kami masih layani," ujarnya.
Saat hari biasa, dirinya melayani hanya dari pedagang bakso. Kali ini pelanggannya meluas rata-rata masyarakat yang menerima daging kurban. Mayoritas konsumen yang memanfaatkan jasa penggilingannya untuk adonan bakso.
Adapun tarif jasa penggilingan daging tak ada kenaikan, seperti biasa dibanderol Rp 20 ribu per kilogram. Tarif tersebut termasuk bumbu-bumbu yang dicampurkan saat daging digiling. Rata-rata permintaan daging giling campuran dengan sagu aren di-mix dengan tepung tapioka. ”Ini yang paling mahal,” tegasnya.
Banyaknya jumlah warga yang menggunakan jasa giling, menurut Tia tergantung dari jumlah hewan kurban yang disembelih pada tahun ini. Namun, jumlah permintaan tersebut menurun dibanding tahun lalu. "Ini menurun nggak seramai kemarin, karena informasinya hewan kurban nggak sebanyak tahun kemarin. Jadi mempengaruhu juga untuk pemesanan giling daging," tambahnya.
Salah satu konsumen, Fauziah mengatakan rutin datang menggiling daging di pasar. Dengan ini, menurutnya penggilingan daging menjadi bakso bisa jadi opsi alternatif menu masakan rumahan di Idul Adha. "Dandakno buat gilingan bakso. Nanti bisa untuk sop, orak-orik, atau bikin bakso itu sendiri," kata ibu 54 tahun yang menggiling 1,5 kg daging.
Konsumen lain, Suyatmi menambahkan dengan gilingan daging mempermudah untuk pengolahan masakan di Idul Adha. Pun tidak tersimpan terlalu lama di dalam kulkas. "Karena kalau disimpan lama dikulkas, membeku harus dicairkan lagi nggak enak. Kalau digiling langsung dimasak saja enak, dibikin bakso," imbuhnya. (wia/bah) Editor : Editor Content