Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Layak Mendunia, Rekatkan Kebudayaan dan Pariwisata

DK
TERIMA BANYAK ASPIRASI: Anggota Komisi A DPRD DIY Arif Kurniawan berbicara dalam pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi wisata di Desa Wisata Grogol, Margodadi, Seyegan, Sleman, kemarin (20/4). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
TERIMA BANYAK ASPIRASI: Anggota Komisi A DPRD DIY Arif Kurniawan berbicara dalam pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi wisata di Desa Wisata Grogol, Margodadi, Seyegan, Sleman, kemarin (20/4). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

Advertisement

 

DESA Wisata Grogol, Margodadi, Seyegan, Sleman berdiri sejak 2001. Seiring dengan perkembangan waktu, destinasi yang menawarkan wisata alam dan edukasi ini menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya, promosi untuk bisa meningkatkan angka kunjungan sekaligus pendapatan.

"Sekarang bagaimana desa wisata bisa mengikuti tren. Kami ragu melangkah kalau tidak tahu sasaran dan target digitalisasinya apa," ujar Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Margodadi Ibnu Sutopo saat mengikuti kegiatan Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran Destinasi Wisata di Desa Wisata Grogol, kemarin (20/4).

Advertisement

Pelatihan itu juga dihadiri Anggota Komisi A DPRD DIY Arif Kurniawan. Di depan Arif, Ibnu menyampaikan berbagai unek-unek. Kesempatan itu juga digunakan menyampaikan aspirasi kepada Arif sebagai wakil rakyat. Ibnu mengatakan, tak mungkin pokdarwis dan desa wisata bisa berjalan sendiri. Apalagi di era digital. Perubahan terjadi begitu cepat. Pemanfaatan promosi lewat media sosial perlu dioptimalkan. Karena itu, dia menilai diperlukan simbosis mutualisme dari semua pemangku kepentingan.

Aspirasi lain disampaikan Sancoko. Salah satu peserta pelatihan itu diketahui berlatar belakang seniman. Dia menyoroti keberadaan penganan lokal seperti centhil yang kurang diangkat sebagai ikon Desa Wisata Grogol. Begitu pula dengan atraksi budaya seperti ketoprak, jatilan, dan wayang tidak diakomodasi secara optimal.

Paket wisata yang ditawarkan lebih fokus pada kegiatan outbound. "Mohon bagaimana agar unsur kebudayaan dan pariwisata bisa direkatkan agar bisa menambah pendapatan masyarakat," harap Sancoko.

Advertisement

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Arif mengingatkan, pengurus pokdarwis tidak lelah menempa diri membuat inovasi. Tantangannya, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya, menjual produk yang berbeda lewat media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Persoalannya, pengemasan untuk strategi promosi.

Arif mencontohkan keunggulan Desa Wisata Grogol. Memiliki keindahanalam berupa sawah, aliran sungai, hingga pepohonan. Fasilitas ini bisa menjadi daya menarik bagi anak-anak mencari belut, belajar menanam padi, mengenali alat pertanian tradisional, hingga bermain dengan kerbau.

Kuncinya terletak pada pengemasan dengan nilai lokalitas. Aktivitas wisata langsung bersentuhan dengan alam bisa sebagai pengalaman istimewa. “Khususnya bagi wisatawan dari kota-kota besar,” tuturnya.

Contoh lain dengan membuat photobooth yang cantik dan instagrammable. Pengelola perlu memilih titik yang bisa mewakili Desa Wisata Grogol sebagai tempat foto para pengunjung. Arif menilai ide-ide semacam ini harus selalu dimunculkan agar konten promosi di media sosial terasa lebih segar. "Perkembangan teknologi ini luar biasa. Ponsel punya peran strategis sebagai alat pemasaran," katanya.

Advertisement
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

September Seru di Jogja! Puluhan Event Siap Temani Warga Sepanjang Bulan

September Seru di Jogja! Puluhan Event Siap Temani Warga Sepanjang Bulan

Bagi warga Jogja yang mulai mencari kegiatan untuk mengisi waktu luang, September 2026 masih punya banyak pilihan. Memasuki pekan kedua bulan ini, sejumlah agenda seni, budaya, olahraga, hingga kegiatan kreatif.

Foto Wapres Dicopot Saat Audiensi DPRD DIY, Ini Respons Sultan HB X

Foto Wapres Dicopot Saat Audiensi DPRD DIY, Ini Respons Sultan HB X

Foto Wapres Gibran Rakabuming Raka diturunkan spontan saat audiensi Forum Kebangsaan DIY di Gedung DPRD DIY. Massa mendesak pemakzulan Gibran dan pengadilan untuk Jokowi terkait polemik ijazah.

Aktivis DIY Datangi Gedung DPRD dan Turunkan Foto Wapres Gibran, Desak Pemakzulan

Aktivis DIY Datangi Gedung DPRD dan Turunkan Foto Wapres Gibran, Desak Pemakzulan

Forum Kebangsaan DIY mendatangi Gedung DPRD DIY menuntut pemakzulan Wapres Gibran & usut KKN keluarga Jokowi. Aksi diwarnai momen penurunan foto Gibran yang disaksikan anggota dewan Yuni Satya Rahayu dari PDIP.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer