Salah satu pedagang pakaian di Pasar Beringharjo Diana Sakinah menuturkan dalam sehari dia mampu menjual ratusan potong pakaian. Bahkan, pemasukan yang mampu dia dapatkan dalam sehari mencapai Rp. 3 juta hingga Rp. 4 juta.
"Ada kenaikan 100 persen. Kalau tidak liburan sepi sekali, bisa hanya satu potong atau tidak ada yang beli sama sekali. Kalau sekarang liburan bisa ratusan potong terjual," jelasnya saat ditemui di Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Rabu (6/7).
Kenaikan penjualan dia rasakan sejak seminggu yang lalu. Diperkirakan, kenaikan penjualan akan terus terjadi hingga liburan sekolah berakhir.
Dia menjual pakaian daster dengan berbagai motif. Semuanya dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp. 35 ribu hingga Rp. 70 ribu.
"Kalau yang paling laris daster, karena biasanya untuk oleh-oleh," kata Diana.
Senada dengan Diana pedagang pakaian lainnya Senandung Rindu menjelaskan peningkatan penjualan dia rasakan hingga 50 persen. Baginya, ini merupakan momen untuk kembali meraup keuntungan. Jika ramai, Rindu bahkan mampu menjual hingga 500 potong pakaian.
Barang dagangan miliknya mulai dari daster, kemeja batik, kaos maupun celana. Rata-rata dibanderol dengan harga Rp. 25 ribu hingga Rp. 100 ribu perpotong. Jika ditotal, dalam sehari dia bisa meraup pemasukan hingga Rp. 5 juta.
Kenaikan penjualan perlahan dia rasakan sejak diterapkannya aturan pelonggaran penggunaan masker di ruangan terbuka. Perlahan tapi pasti wisatawan mulai membanjiri Pasar Beringharjo.
"Ada peningkatan signifikan. Kalau ramai bisa lebih dari 500 potong. Padahal saat pandemi paling hanya 5 potong. Ini waktunya untuk panen. Meningkat jauh jika dibandingkan saat pandemi," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News