Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan Jagalan Searah ke Selatan untuk Mobil

Editor Content • Selasa, 22 Februari 2022 | 14:16 WIB
(GUNTUR AGA TIRTANA / RADAR JOGJA)
(GUNTUR AGA TIRTANA / RADAR JOGJA)
 

RADAR JOGJA – Pada akhir Agustus 2019 lalu, Jalan Jagalan di Pakualaman, Kota Jogja diubah jadi searah ke utara. Tak sampai tiga tahun, kebijakannya diubah. Kini jadi searah ke selatan, khusus untuk mobil. Alasannya untuk mendukung sistem Giratori Malioboro.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja Windharto mengatakan, Jalan Jagalan, yang tadinya dari selatan ke utara dibalik menjadi utara ke selatan mulai hari ini (22/2). Tetapi, ini berlaku khusus kendaraan roda empat. “Sementara untuk kendaraan roda dua masih bisa mengakses jalan ini dari dua arah," katanya kemarin (21/1).

Perubahan kebijakan tersebut sebagai tindak lanjut atas diberlakukannya giratori atau sistem satu arah (SSA) di sejumlah ruas jalan di seputar kawasan Malioboro Jogja. Sebab, salah satu bagian dari untuk mendukung sistem giratori tersebut yakni Jalan Suryotomo. Di mana jalan itu sudah berlaku satu arah dari selatan ke utara. Sehingga penerapan jalan searah di Jalan Jagalan dengan arah yang sama diklaim kurang efektif. "Apalagi kan ruas Jalan Jagalan tidak berada terlalu jauh juga dari Jalan Suryotomo," jelasnya.

Selain itu, penerapan jalan searah dari selatan ke utara juga menyebabkan penumpukan kendaraan di Jalan Gajah Mada, khususnya oleh pengendara yang ingin menuju ke arah selatan. Terutama pada saat jam-jam sibuk. "Pada jam-jam sibuk, kepadatan lalu lintas di Jalan Gajah Mada bisa mengular cukup panjang," jelasnya.

Karena kondisi tersebut dibutuhkan perubahan manajemen lalu lintas di Jalan Jagalan untuk mengurai potensi kepadatan di Jalan Gajah Mada. Dengan demikian, jalan tersebut bisa menjadi alternatif bagi pengguna jalan yang ingin menuju ke arah selatan.

Namun, perubahan arus lalu lintas di Jalan Jagalan juga bisa menimbulkan kepadatan di ujung jalan sisi selatan terutama pengguna jalan yang ingin memotong arus lalu lintas di Jalan Panembahan Senopati menuju ke arah barat. Maka dilakukan pemasangan water barrier sebagai pembatas jalan untuk menguragi potensi terjadinya kepadatan di ujung selatan Jalan Jagalan.

Sehingga pengendara dari arah Jalan Jagalan tidak diperbolehkan memotong lalu lintas untuk menuju ke arah barat. "Pengendara tetap harus berbelok ke arah timur. Harapannya, tidak terjadi penumpukan kendaraan di sisi selatan. Arus lalu lintas bisa tetap lancar," tambahnya.

Windharto menjelaskan, seiring penerapan parkir di badan jalan turut diatur. Parkir kendaraan sejajar satu sisi sebelah timur menghadap selatan. Jalan digunakan untuk kepentingan lalu lintas. "Jangan gunakan badan jalan untuk garasi kendaraan. Taati rambu dan marka jalan untuk kelancaran dan keselamatan lalu lintas," ujarnya. (wia/pra) Editor : Editor Content
#Giratori Malioboro