Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paling Favorit Tongseng Biawak

Editor Content • Minggu, 21 Maret 2021 | 18:57 WIB
TAK BIASA: Danang, 38, warga Sinduadi, Mlati, Sleman dan temannya saat menyantap menu ekstrem emprit goreng di Warung Bu Tini, RT 05/RW 11, Dusun Getas, Padukuhan Gandekan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, (11/3).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA )
TAK BIASA: Danang, 38, warga Sinduadi, Mlati, Sleman dan temannya saat menyantap menu ekstrem emprit goreng di Warung Bu Tini, RT 05/RW 11, Dusun Getas, Padukuhan Gandekan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, (11/3).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA )
RADAR JOGJA - Bagi penikmat kuliner ekstrem wajib mencoba masakan di Warung Bu Tini. Ada emprit, dara, bulus, kodok, landak, codot, ular, tokek, bajing hingga biawak. Itulah menu andalan di warung ini. Semuanya tersaji dalam bentuk goreng, tongseng maupun rica-rica.

Warung bu Tini tampak sederhana. Berada di tengah kampung, RT 05/RW 11, Dusun Getas, Padukuhan Gandekan, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Begitu masuk ke dalam, mencegangkan. Enam ekor biawak menempel di dinding. Biawak tersebut siap menemanimu menyantap menu ekstrem di warung ini.

Tini, ataupun Hartini, 34 pemilik sekaligus koki di warung ini. Dia menceritakan, mulai membuka kuliner ekstrem ini sejak 2015 lalu. Dia pun tak menduga, masakannya digandrungi penggemar kuliner tidak hanya warga lokalan. Melainkan dari luar kota bahkan beberapa pelanggannya, etnis Tionghoa.

"Sebelumnya saya jualan angkringan dan soto. Lalu ada seorang teman yang menyarankan menjual menu-menu ekstrem," ungkap Tini saat ditemui Radar Jogja, Kamis (11/3). Lantas dia pun mencari tahu cara memasaknya. Pertama kali dia mencoba memasak tongseng biawak. Karena mendapat respon baik dari pengunjung, kemudian muncul permintaan hewan lainnya. Seperti ular, kodok ijo, bulus, emprit dan yang terbaru landak."Dulu lokasi warungnya bukan di sini. Di sudut jalan sana," ungkap Tini sembari menunjukkan arah tak jauh dari lokasi saat ini.

Awalnya Tini mengaku kesulitan mendapatkan bahan masakannya. Lalu seorang temannya membantu mencarikan bahan tersebut. Kendalanya, banyaknya kawasan yang dilindungi, sehingga hasil perburuan terbatas. Terutama landak. "Kalau bulus sih tiap hari masih ada tapi nggak banyak. Landak yang sedikit susah, karena kadang ada kadang enggak," kata Tini.
Sementara, stok yang paling banyak dan terfavorit, daging biawak. Dalam satu hari, saat ramai, bisa menghabiskan hingga 50 kilogram daging biawak. Rasanya? Jangan ditanya lagi. Tini menciptakan resep khusus. Perpaduan rempah-rempah yang kental dan daging yang masih fresh. Semua hewan, yang di datangkan dalam keadaan hidup.

Dia pun sudah ada tim khusus yang menyembelih. "Cara menyembelih juga enggak sembarangan. Pemotongan daging sesuai seratnya," terangnya.
Untuk mendapatkan pelanggan terbaik, Tini dan Anang Kurniawan, 43, suaminya terbuka menerima kritik. Sehingga, rasa dapat menyesuaikan lidah pengunjung. "Misalnya, tidak manis, tidak pedes. Bahkan request daging, tapi dagingnya pelanggan bawa sendiri, kami siap," kata dia.

Nah, menu-menu ekstrim ini dibanderol mulai harga Rp 20 ribu hingga Rp 33 ribu. Termahal burung dara. Selain penggemarnya pecinta kuliner ekstrem, pelanggan lainnya mereka yang hendak menyantap sebagai obat. Misalnya, tokek untuk obat gatal, lalu codot untuk asma, ular untuk penghangat badan dan lain-lain. Setiap hari warung ini selalu buka. Mulai pukul 10.00 sampai 21.00. "Kalau enggak pas pandemi bisa sampai pukul 22.00. Tapi kadang juga habis lebih awal sebelum jam tutup," ujarnya.

Seorang pelanggan, Danang, 38, warga Sinduadi, Mlati, mengaku kerap menikmati hidangan di warung tersebut. Menurut dia, menunya beda. Tidak biasa. Dari sekian banyak menu, yang paling dia gemari emprit goreng. Lengkap dengan sambel bawangnya yang huhah dan lalapannya yang segar."Emprit goreng paling suka. Rasanya krenyes-krenyes istimewa," puji dia dilanjutkan dengan gigitan pertamanya. "Mantap," paparnya. (mel/pra) Editor : Editor Content
#Sleman