Kebijakan itu diputuskan setelah ratusan anggota Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) menyatakan penolakannya terhadap uji coba pengaturan lalu lintas selama dua pekan. Sebelum keputusan diambil, perwakilan PBMY telah melakukan pertemuan dengan Komisi C DPRD DIJ dan Kepala Dinas Perhubungan DIJ Senin (2/11).
Tak puas dengan hasil audensi, ratusan pengemudi betor menggeruduk Kepatihan tempat Gubernur HB X berkantor untuk menyampaikan tuntutannya. Di sana sejumlah perwakilan PBMY diterima Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekprov DIJ Tri Saktiyana. Hasil pertemuan menghasilkan keputusan, betor boleh melintasi Jalan Malioboro dengan sejumlah catatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DIJ Ni Made Dwi Panti Indrayanti menjelaskan, pihaknya mengizinkan betor untuk melintasi Jalan Malioboro asal pengemudi bersikap tertib. Betor yang dibolehkan lewat pun dibatasi 200 betor per hari. “Nanti ketua paguyuban dan satgas yang mengatur,” jelasnya.
Jika memungkinkan, betor diimbau untuk menghindari Jalan Malioboro. Mereka diminta memanfaatkan sirip-sirip jalan untuk mencari penumpang. “Saya pikir mereka (betor) tidak terlalu mengambil keuntungan dari Jalan Malioboro. Sebenarnya bisa (mangkal) di sirip-siripnya itu saja,” paparnya.
Kepala PBMY Parmin mengatakan, dirinya merasa lega karena betor diperkenankan untuk kembali mencari penumpang di kawasan Malioboro. Namun pengemudi diimbau untuk tidak melewati kawasan Malioboro jika tidak terdesak.
“Kami senang karena teman-teman bisa mangkal. Tapi kita ya ithik-ithik lah ya istilahnya. Kalau bisa nggak melewati Jalan Malioboro, ya nggak lewat,” terangnya.
Penutupan Jalan Malioboro terhadap kendaraan bermotor dianggap sangat memberatkan pengemudi betor. Padahal sebagian besar pengemudi menggantungkan kawasan itu untuk mencari penumpang. Apalagi kebijakan penutupan diberlakukan hingga dua pekan (15/11).
Parmin mengaku mendukung segala program yang dicetuskan oleh pemerintah daerah. Dengan catatan, pemerintah harus memikirkan solusi kepada pihak yang terdampak dari suatu kebijakan. “Saya akan mendukung program pemerintah, termasuk pedestrian Malioboro ini, tapi kami bikinkan solusi juga. Pikirkan perut kami,” terangnya. (tor/laz)
Editor : Editor Content