Manager Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Feni Novida Saragih mengungkapkan, arus keberangkatan dan kedatangan masih sangat tinggi. Namun, dominasi penumpang masih pada arus kedatangan. Artinya, arus mudik masih terus berjalan hingga hari lebaran ini.
"Puncak arus kedatangan diprediksi jatuh pada Minggu, 22 Maret 2026," ucap Feni, saat dikonfirmasi Radar Jogja, Sabtu (21/3).
Feni menyampaikan, Stasiun Jogjakarta menempati posisi pertama diantara tiga stasiun di ilayah DIY yang menjadi tujuan pemudik. Hari H Lebaran ini, pihaknya menerima kedatangan 10.816 penumpang dan melayani keberangkatan 7.025 penumpang di Stasiun Jogjakarta. Kepadatan ini, juga terlihat di Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Wates.
Secara total di enam stasiun dibawah naungan Daop 6 Jogjakarta, pergerakan penumpang di hari H Lebaran menyentuh angka 53 ribu penumpang. Rinciannya, 30 ribu penumpang kedatangan dan 22 ribu penumpang keberangkatan.
Kepadatan penumpang ini, dipastikan terus terjadi selama sepekan kedepan. Utamanya, penumpang yang tiba di stasiun yang dikelola Daop 6 Jogjakarta. Lantaran, pihaknya memprediksi puncak arus kedatangan akan mencapai 30 ribu penumpang pada Minggu (22/3).
"Kami telah melakukan sosialisasi kereta tambahan dan pada perlintasan sebidang," ujarnya.
Feni menjelaskan, pihaknya terus mengupayakan perjalanan menggunakan kereta api aman dan nyaman. Di momen Lebaran ini, arus angkutan lebar akan banyak terjadi. Sehingga, pihaknya mengutamakan tindakan pencegahan pada insiden temperan kereta api.
Selama sepekan terakhir, pihaknya melakukan sosialisasi keamanan berlalu lintas di beberapa petak jalan atau perlintasan kereta api. Salah satunya, di petak jalan Wates-Kedundang, Karangsari, Pengasih Kulon Progo. Pihaknya melakukan sosialisasi mencegah kendaraan melanggar rambu-rambu palang pintu kereta api. Tujuannya, mencegah insiden temperan yang berakibat fata ke pengguna jalan ataupun aktivitas kereta api. (gas)
Editor : Bahana.